Gus Rozin Ingin Pondok Pesantren di Jateng Menjadi Kelas Menengah

Lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah, gencar mensosialisasikan gerakan "ayo mondok".

Gus Rozin Ingin Pondok Pesantren di Jateng Menjadi Kelas Menengah
ANTARA
Santri di sebuah Pondok Pesantren 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah, gencar mensosialisasikan gerakan "ayo mondok". Gerakan tersebut sekaligus untuk mengubah stigma masyarakat terkait pondok pesantren yang dikenal untuk kalangan bawah.

"Kami ingin pesantren dikenal masyarakat, baik kelembagaan maupun visinya. Selama ini ada kesalahan persepsi, banyak yang berfikir kalau pondok itu mengarah gerakal radikal," kata Ketua RMI Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozin, saat mengunjungi Kantor Tribun Jateng, Rabu (27/5/2015).

Adanya pemahaman masyarakat seperti itu, pria yang akrab disapa Gus Rozin, tidak mempermasalahkannya. Hal itu dikarenakan sebanyak 1.600 pondok pesantren di bawah naungan RMI yang ada di Jawa Tengah khususnya, tidak melakukan perubahan seiring perkembangan zaman.

Dia berharap, pengurus pondok pesantren merubah lingkungan pondok agar tidak terkesan tradisional. Sehingga, para santri nantinya akan lebih betah dan berfikiran lebih maju.

"Kami ingin agar pesantren siap menerima menjadi kelas menengah. Ini karena tuntutan zaman juga. Tapi tanpa merubah substansi dari pondok pesantren itu sendiri," ujarnya.

Gerakan ayo mondok ini sendiri, baru akan diresmikan di Jakarta pada 1 Juni mendatang. Hanya saja, RMI Jawa Tengah tidak ingin ketinggalan momen tersebut dan akan menggelar sejumlah kegiatan untuk ikut andil. "Diantaranya kami akan membagikan selebaran gerakan ayo mondok di jalan saat car free day," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved