Abrasi, Pantai Sigandu di Batang Dikhawatirkan Hilang Tahun Depan
Abrasi, Pantai Sigandu di Batang Dikhawatirkan Hilang Tahun Depan
Penulis: rika irawati | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pantai Sigandu dikhawatirkan hilang tahun depan. Abrasi yang terjadi membuat sejumlah fasilitas wisata hilang dan air laut mulai mendekati mendekati pemukiman.
"Kalau musim angin timur seperti saat ini, paling tidak, pantai yang tergerus air laut mencapai dua meter per hari. Kalaupun nanti surut, pantai sudah mulai hilang," kata Sobirin, portir di Pantai Sigandu, Batang, Selasa (9/6/2015).
Menurut Sobirin, abrasi mulai terjadi 2011. Saat itu, sekitar 3.000 pohon cemara, delapan gazebo, 10 ruko, lampu taman, tempat parkir, musala dan kamar mandi bilas bagi wisatawan hilang. Hingga awal 2015, setidaknya pantai yang hilang mencapai 300 meter.
"Yang belum lama ini rusak tergerus air laut adalah satu kamar mandi bilas dan dua kafe," imbuh dia.
Sobirin mengatakan, upaya menghadang ombak sebenarnya telah dilakukan. Pemerintah setempat menempatkan karung-karung pemecah ombak sepanjang 700 meter di dekat garis pantai terdahulu. Sayang, belum genap setahun dipasang, karung-karung tersebut ambles dan tak kuat menahan gelombang air laut. Kini, jarak laut dan tempat parkir bagi pengunjung tak lebih dari 15 meter.
Sobirin tidak mengetahui pasti penyebab abrasi. Pasalnya, beberapa pantai di jalur Pantura bagian barat juga mengalami persoalan serupa. Di antaranya, Pantai Sendang Sikucing di Kendal dan Pantai Ujung Negoro di Batang. Hanya saja, abrasi yang terjadi tidak separah di Sigandu.
Saat ditanya kemungkinan abrasi sebagai dampak dari pembangunan pelabuhan di sisi barat Pantai Sigandu, Sobirin tidak menjawab pasti. "Mungkin itu yang memperparah tapi mungkin juga karena alam," katanya.
Puji, pengunjung asal Semarang, mengaku kecewa melihat kondisi Pantai Sigandu. Dia yang datang bersama anak dan cucu mengurungkan niat bermain air dan memilih ke Dolphin Center yang berdampingan dengan pantai.
"Setahun yang lalu masih cukup bersih, masih bagus dan air tidak sedekat ini dr tempat parkir. Sekarang sangat memprihatinkan," ujarnya.
Puji yang hampir setiap tahun meluangkan waktu ke Pantai Sigandu berharap, ada upaya dari pemerintah setempat mengembalikan kondisi pantai. Apalagi, tiket masuk Pantai Sigandu cukup murah Rp 3.000 per orang. Sementara tarif parkir roda dua Rp 1.000, mobil Rp 2.000 dan truk Rp 4.000. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/abrasi-pantai-sigandu-di-batang-dikhawatirkan-hilang-tahun-depan_20150609_170329.jpg)