Headline Jawa Tengah
Inilah Biaya Siswa Masuk SMAN 1 Purwokerto
Dia mengatakan siswa juga membayar sumbangan dana pengembangan pendidikan setiap siswa Rp 5 juta dan SPP bulan pertama Rp 250 ribu.
Penulis: abdul arif | Editor: Catur waskito Edy
PURWOKERTO, TRIBUNJATENG.COM - Mulai Senin (22/6) SMA Negeri di Purwokerto mulai membuka pendaftaran ulang bagi calon siswa yang lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015. Para calon siswa dan walimurid pun berdatangan ke sekolah untuk melakukan registrasi.
Pantauan Tribun Jateng di SMAN 1 Purwokerto, sebelum melakukan daftar ulang walimurid mengikuti rapat pleno bersama komite sekolah. Melalui rapat itu, disampaikan bahwa bagi siswa baru harus membayar sumbangan dana pengembangan pendidikan.
Kepada Tribun Jateng, Humas SMAN 1 Purwokerto, Kun Hari Wibowo mengatakan daftar ulang mulai dilakukan, Senin (22/6) hingga Rabu (24/6). Dia menyebutkan, persyaratan daftar ulang yang harus dilakukan yaitu mengisi berkas biodata dan lainnya. Termasuk pernyataan kesanggupan menaati tata tertib.
Dia mengatakan siswa juga membayar sumbangan dana pengembangan pendidikan setiap siswa Rp 5 juta dan SPP bulan pertama Rp 250 ribu. Juga untuk uang seragam Rp 825 ribu tetapi tidak wajib membeli, sebab siswa bisa membeli di luar.
"Uang itu (sumbangan pendidikan) bisa dicicil tiga kali. Tapi biasanya walimurid tidak sampai melakukan itu," katanya.
Menurut Hari, tiap tahun biasanya ada siswa yang tidak menyanggupi lantaran tidak mampu. Namun, pihak sekolah memberikan kelonggaran. Menurut dia, siswa yang bersangkutan bisa dibebaskan dari pembayaran dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.
"Tapi jarang sekali di sini. Tiap tahun tak lebih dari lima secara keseluruhan," katanya.
Hati mengatakan, uang sumbangan dari walimurid tersebut dialokasikan untuk operasional, termasuk pengadaan sarana dan prasarana. "Banyak sekali (peruntukannya) sesuai RAPBS. Misalnya untuk lomba OSN. Ini kami rencana membangun aula," katanya.
Menurut Hari, tahun ini SMAN 1 menerima siswa baru sebanyak 320, termasuk 15 persen siswa dari luar Banyumas. Dia menyebut jumlahnya sama dengan tahun lalu. Hanya nilainya meningkat. Secara online nilai teratas 999,99 dan terendah 905,46. Nilai itu berasal dari beberapa komponen, yaitu nilai UN, rata-rata US, nilai piagam dan nilai lokal.
Di SMAN 2 juga demikian. Siswa baru juga harus membayar sumbangan Rp 5 juta. Ketua PPDB SMAN 2 Purwokerto Sugito mengatakan, sudah tiga tahun terakhir sekolah membebankan sumbangan dana kepada siswa Rp 5 juta. Jumlah itu bisa dicicil sampai enam bulan.
"Beberapa mengajukan keringanan, ada belasan. Caranya surat mengajukan surat keterangan dari RT sampai kelurahan kalau tidak mampu. Setelah ada surat itu kami akan lakukan survei," katanya.
Seorang Walimurid, Subianto mengatakan terkait sumbangan pendidikan itu kebanyakan orangtua siswa memang sudah maklum. Menurutnya walimurid sudah mempertimbangkan sejak awal memilih sekolah. Meski demikian, dia sangat mendukung jika walimurid tak diharuskan membayar sumbangan itu.
(rif/val)