Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Happy Ramadan

Mengerjakan Witir Terpisah dari Tarawih

Pembaca yang budiman, di bulan Ramadan ini banyak sekali kebaikan dan keutamaan yang Allah SWT gelar untuk kita, selain berpuasa di siang hari

Editor: rustam aji
Warga mengikuti shalat tarawih di MAJT, Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, Rabu (17/6/2015). 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Saya hanya mampu 8 rakaat dari 20 rakaat tarawih di Masjid. Kalau saya kerjakan witir di rumah apa bisa?. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
081225367004

Wa’alaikum salam,
Pembaca yang budiman, di bulan Ramadan ini banyak sekali kebaikan dan keutamaan yang Allah SWT gelar untuk kita, selain berpuasa di siang hari yang merupakan kewajiban sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183. Allah SWT juga menjanjikan pahala berlipat bagi setiap ibadah fardhu ataupun sunnah di bulan Ramadan ini.

Oleh karena itu mari kita meningkatkan amal ibadah kita, baik infak, sedekah, tadarus Alquran, dan menghiasi malam Ramadan dengan salat tarawih. Karena sebagaimana dalam hadis, “Barangsiapa mendirikan (salat sunnah pada malam) bulan Ramadan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lampau” (HR. Bukhori).

Untuk jumlah rakaatnya sebaiknya 20 rakaat menurut jumhur ulama, sekalipun boleh saja 8 rakaat. Adapun persoalan shalat witir, sebagaimana pembaca tanyakan, merupakan persoalan yang berbeda dengan salat tarawih, sekalipun dalam bulan Ramadan kita menyaksikan seringkali dirangkaikan dengan salat tarawih. Jika salat tarawih hanya ada pada waktu bulan Ramadan, namun salat witir justru ada sepanjang tahun, sekalipun di luar Ramadan.

Salat witir merupakan salat sunnah muakad, yang waktu pelaksanaannya antara salat isya sampai dengan salat subuh. Bisa di awal, tengah, namun mengakhirkannya sebagai penutup salat malam lebih utama. Hal demikian sebagaimana hadis, “Jadikan akhir salat malam kalian salat witir” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tentu saja ini berlaku bagi yang yakin malam akan bangun mengerjakan salat malam, sedangkan bagi yang khawatir tidak bangun lebih baik mengerjakannya di awal malam, sebagaimana hadis riwayat Muslim dari Jabir “Barangsiapa takut tidak bangun malam hendaklah witir di awal malam”.

Penamaan salat witir karena ditutup dengan 1 rakaat diakhirnya yang berbeda dengan salat-salat yang lain. Jumlah rakaat witir paling sedikit 1 rakaat (hanya makruh dilakukan), sempurnanya minimal 3 rakaat, dan terbanyak 11 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat dan ditambah 1 rakaat akhir. (al Fiqh al Manhaji ala Mazhab al Imam al Syafi’I, Jilid 1: hal. 215-217).

Berdasarkan hal demikian, mengerjakan salat witir di rumah atau di masjid berjamaah yang dirangkai dengan salat tarawih sama-sama diperbolehkan. Hanya saja jika bisa, lebih baik dilakukan secara bersama-sama di masjid untuk menambah syiar masjid di bulan Ramadan, karena memakmurkan masjid juga bagian dari perintah agama kita.
Wallahu A’lam bis Showab.

H Abu Choir MA
Pengasuh Pondok Pesantren Darur Ridhwan Al Fadholi Pati
Pengurus Departemen Ekonomi RMI Jawa Tengah

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved