Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Purbalingga akan Salurkan Raskin Sisa Tahun Lalu

Kepala Gudang Bulog Purbalingga Usman menyampaikan, saat ini cadangan beras untuk keluarga miskin (raskin) Purbalingga tahun 2014 sudah habis

Penulis: abdul arif | Editor: rustam aji
tribunjateng/abdul arief/ist
CEK KUALITAS RASKIN- Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Gudang Bulog Karangsentul, Kamis (7/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Abdul Arif

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kepala Gudang Bulog Purbalingga Usman menyampaikan, saat ini cadangan beras untuk keluarga miskin (raskin) Purbalingga tahun 2014 sudah habis. Meski demikian stok beras Bulog di Jawa Tengah masih ada. Beras tersebut merupakan pengadaan tahun lalu. Sisa tersebut harus disalurkan merata di wilayah Jawa Tengah.

“Pimpinan Bulog Jateng mempunyai kebijakan agar beras tersebut harus habis. Sehingga raskin yang akan disalurkan adalah sisa pengadaan tahun lalu. Kami sudah menolak kebijakan tersebut, akan tetapi karena hal itu merupakan kebijakan pimpinan mau tidak mau kami harus terima beras tersebut,” katanya kemarin.

Usman menyatakan beras sisa pengadaan tahun 2014 yang akan didistribusikan sebelumnya akan. diproses ulang. Dengan begitu keadaan beras menurutnya akan lebih baik.

"Kami akan salurkan setelah beras tersebut diproses ulang. Sedangkan kualitas beras harus sesuai SNI 4, yaitu derajat sosoh 95 persen, broken 20 persen kadar air 14 persen, menir 2 persen itu yang dinamakan SNI 4,” jelasnya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengungkapkan, masih banyak aduan dari masyarakat terkait raskin tidak layak edar. Juga beras dari luar.

Menurut dia, hal itu lantaran masyarakat tak banyak tahu informasi mengenai raskin di Purbalingga. Menurutnya mereka juga masih bingung kemana hendak mengadu jika ada permasalahan terkait raskin.

Atas dasar itu, Bupati menginstruksikan agar semua kepala desa harus mengetahuinya. “Ini perlu diinformasikan kepada masyarakat, minimal kepada seluruh kepala desa," katanya kemarin.

Adapun saat ini Pemkab telah membentuk Tim Koordinasi Raskin Tahun 2015. Hanya saja Sukento belum menandatangani surat keputusan (SK) tim tersebut. Dia mengatakan ada beberapa hal yang harus didiskusikan terlebih dahulu sebelum menandatanganinya. Di antaranya pemahaman permasalahan di lapangan.

Bupati juga meminta, agar tim mensukseskan program raskin. Karena program tersebut untuk mengentaskan kemiskinan.

Dia menegaskan di samping tugas melakukan penyaluran, monitoring dan evaluasi, tim juga harus menangani aduan dari masyarakat. Menurutnya, Pemkab bertanggungjawab pada penyaluran/distribusi serta kualitas beras yang diterima masyarakat. Sekaligus memastikan beras yang dibagikan berstandar nasional Indonesia.

Ketua Tim Koordinasi Raskin Kabupaten Purbalingga Susilo Utomo mengatakan, pelaksanaan program raskin di Purbalingga sesuai dengan surat Gubernur Jawa Tengah penyalurannya 12 bulan yaitu bulan Januari hingga Desember 2015. Sedangkan rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) sebanyak 80.377 KK.

“Alokasinya 15 kilogram per RTS-PM per bulan atau 1.205.655 kilogram per bulan, dengan volume penyaluran sebanyak 12 kali atau sebanyak14.467.860 kilogram per tahun dengan harga tebus Rp1.600 per kilo di titik tebus,” jelasnya.

Susilo menandaskan, pagu RTS-PM program raskin 2015 untuk masing-masing kecamatan sama dengan alokasi tahun lalu sebanyak 80.377 RTS-PM/KK. Pagu berasnya juga sama yaitu 1.205.655 kilogram. Pada tahun ini penyalurannya sudah dilaksanakan enam kali yaitu untuk alokasi bulan Januari hingga Juni dan untuk bulan Juli akan disalurkan pada tanggal 1 hingga 7 Juli selama lima hari kerja,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved