Ini Penyebab Ratusan Kera Mengamuk Turun ke Desa Di Banyumas
Ini Penyebab Ratusan Kera Mengamuk Turun ke Desa Di Banyumas
Penulis: abdul arif | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng Abdul Arif
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Fenomena kera masuk ke permukiman warga Desa Cikakak Kecamatan Wangon Banyumas baru-baru ini mendapat sorotan dari aktivis Biodeversity Society Banyumas, Aris Andrianto.
Dia mengatakan, kera-kera tersebut turun ke permukiman warga lantaran kekurangan makanan yang sebenarnya harus dipenuhi. Dia mengatakan, ada indikasi hutan di wilayah Cikakak sudah mengalami penurunan kualitas.
"Sehingga saat musim kemarau mereka (kera) kekurangan makanan," katanya kepada Tribun Jateng, Selasa (7/7/2015).
Menurut dia, masyarakat setempat harus menjaga kelestarian hutan yang ada. Aktivitas masyarakat perlu diarahkan untuk memperbaiki lingkungan hutan. Menurut dia, jika hutan terus terjadi alih fungsi hutan pada akhirnya akan mengganggu.
"Jumlah kera semakin tahun semakin banyak. Perlu ada semacam Perda untuk mengendalikan jumlah itu," katanya.
Dia menyebutkan, pertumbuhan kera di wilayah Cikakak Kecamatan Wangon cukup pesat. Dia mengatakan, pada 1970 an jumlah kera hanya tujuh ekor. Namun sampai hari ini sudah mencapai ribuan.
"Pemerintah harus punya rencana untuk mengendalikannya. Di situ (Cikakak) ada benda cagar budaya, kalau jumlah kera bertambah tanpa pengendalian bisa merusak," katanya.
Menurut Aris, keberadaan kera bisa diiintegrasikan dengan wisata cagar budaya yang ada. Pemerintah daerah, lanjut dia, bisa mengelola itu. "Di Bali itu hanya boleh dikasih makanan pisang tak kacang kacang atau snak lainnya. Ini untuk mengajarkan kepada kera agar tidak merampas," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kera-masuk-kampung-wangin-banyumas_20150706_181202.jpg)