Inspirasi
Sampah Plastik Disulap Jadi Tas Cantik
Barang yang selama ini dikenal sebagai sampah yang sulit terurai itu, ditangan Wahyu Lestari menjadi bisa dimanfaatkan ulang.
Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Berawal dari tuntutan untuk membiayai kuliah diri sendiri dan adiknya, munculah ide kreatif untuk berkreasi dengan plastik bekas makanan ringan hingga detergen menjadi sebuah tas cantik.
Barang yang selama ini dikenal sebagai sampah yang sulit terurai itu, ditangan Wahyu Lestari menjadi bisa dimanfaatkan ulang. Kendalanya tentu ia harus berburu sampah sebagai bahan baku utamanya.
"Orang-orang kadang ada yang memandang heran saat saya memunguti sampah plastik di kantin, angkringan, atau di jalan, tapu ndak papa saya cuek aja," ucap mahasiswi Prodi Pendidikan Kimia UIN Walisongo itu.
Dar kumpulan sampah-sampah itu, ia kemudian memotong-motong dan kemudian menganyamnya satu persatu.
"Setelah jadi kok saya rasa lucu jadi tas, tapi saat itu saya belum menjualnya saya pakai sendiri dulu," imbuh gadis kelahiran 20 Maret 1992 ini.
Saat kuliah, memberikan bimbingan belajar tambahan, hingga pergi hangout dengan teman kampusnya ia menggunakan tas plastik tersebut.
"Orang tua siswa yang saya beri bimbel, dosen, hingga teman mahasiswa ternyata banyak yang tertarik," jelas Ayu, sapaan akrabnya.
Dari ketertarikan itu ia kemudian mencoba membuat lagi dan menjualnya. Untuk satu tas sampah plastic yang belum dikasih puring dan cangklongan plastik berukuran 30 x 20 cm dibandrol dengan harga Rp. 25.000,00.
Dan satu tas sampah plastic yang sudah dipuring dan dimodif berukuran kurang lebih 35 x 25 cm dibandrol dengan harga Rp. 75.000,00 hingga Rp. 150.000,00 sesuai tingkat kerumitannya.
"Ternyata banyak yang minat, jadi lumayan buat tambah tambah biaya kuliah dan sekolah adik selain dari ngisi bimbel mandiri," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wahyu-lestari_20150714_140251.jpg)