Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sering Gempa Besar, BNPB Ingin Mitigasi Indonesia Timur Lebih Intensif

Sering Gempa Besar, BNPB Ingin Mitigasi Indonesia Timur Lebih Intensif

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: iswidodo
google maps
Sering Gempa Besar, BNPB Ingin Mitigasi Indonesia Timur Lebih Intensif 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui akun Twitter @BNPB_Indonesia menginformasikan wilayah di utara daratan Provinsi Papua, misalnya di Kabupaten Yapen, Waropen, Jayapura, dan Mamberamo rawan gempa. Menurut informasi yang dipublikasikan, di wilayah tersebut ada sesar aktif yaitu Sesar Yapen, bergerak ke barat-timur, rata-rata 2-5 sentimeter per tahun, dan Sesar Mamberamo.

Berdasarkan sejarah gempa, di daerah tersebut pernah terjadi gempa besar seperti gempa 7,9 skala Richter tahun 1926 dan 8,1 skala Richter pada tahun 1971.

"Daerah Indonesia bagian Timur rawan gempa dan tsunami. Namun terbatasnya riset mengenai gempa dan tsunami, juga infrastruktur kebencanaan di daerah ini menyebabkan belum dapat dikenali karakteristiknya," tulis operator akun tersebut.

Menurut kicauan akun tersebut, mitigasi bencana di Indonesia bagian Timur juga masih terbatas dibandingkan dengan daerah di Indonesia bagian Barat.

"Ada baiknya Kementerian Ristek dan Dikti, lembaga-lembaga riset nasional (BPPT,BMKG,Badan Geologi,LIPI, dan lainnya) meningkatkan riset di daerah ini," imbuhnya. Pagi tadi, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika kembali mencatat gempa bekerkuatan 7,2 Skala Richter mengguncang Papua, Selasa (28/7/2015) pukul 04.41 WIB.

Pusat gempa berada di titik 75 kilometer sebelah Tenggara Mamberamoraya, Papua.
Gempa sempat dirasakan di sejumlah wilayah Papua, antara lain Jayapura(II-III MMI), Sarmi (IV MMI), Wamena (III MMI), Sentani (II-III MMI), Biak (II-III MMI), Nabire (II-III MMI), dan Merauke (II MMI).

Guncangan gempa paling besar dirasakan pada wilayah Sarmi. Dicatat, di wilayah tersebut dilabeli IV MMI (Modified Mercally Intensity atau pengukuran berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa). Dalam skala IV, dapat dibayangkan suasana di dalam rumah layaknya seperti piring dan gelas dapat pecah, jendela dan pintu berbunyi, dinding berderik karena pecah-pecah. Kacau seakan-akan truk besar melanggar rumah, kendaraan yang sedang berhenti bergerak dengan jelas.

Meski tergolong besar, BMKG menyatakan peristiwa tersebut tidak menimbulkan Tsunami. Menurut BPBD Papua, gempa dirasakan sangat kuast selama empat detik.

"Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Wilayah yang sulit dijangkau dan keterbatasan aksesibilitas menyebabkan kesulitan pemantauan. BPBD Provinsi Papua masih berkoordinasi dengan BPBD dan aparat setempat. Pendataan masih dilakukan," tulis operator akun tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Tags
gempa
BNPB
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved