Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembunuhan

Tragis! Mahasiswi Cantik Ini Dibunuh ABG Pengintipnya

Sungguh nahas dialami mahasiswi cantik ini, gara-gara dirinya teriak saat diintip ketika ganti baju malah menjadi korban pembunuhan ABG tetangganya.

MANADO, TRIBUNJATENG.COM -- Sungguh nahas dialami mahasiswi cantik ini, gara-gara dirinya teriak saat diintip ketika ganti baju malah menjadi korban pembunuhan ABG tetangganya.

Vivian Marlini Anggreini (19) Sumengandow harus meregang nyawa, Rabu (29/7) sekitar pukul 01.00 Wita. Mahasiswi cantik yang duduk di semester VII Fakultas Ekonomi Unsrat ini dibunuh oleh tetangganya sendiri, JK alias Joy (16).

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Sario Lingkungan I, Kecamatan Sario, Kota Manado. Sesaat setelah kejadian, mudah saja bagi polisi yang terdiri dari tim Manguni I dan Resmob Polresta Manado untuk menemukan siapa pembunuh Vivian.

Diketahui, keduanya merupakan tetangga. Korban tinggal di rumah keluarganya, sedangkan Joy tinggal di rumah orangtuanya. Joy dibekuk polisi saat sedang tidur. Ia tak melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya.

Motifnya pembunuhan ini, pelaku kepergok mengintip korban sedang ganti baju di kamarnya, lewat jendela. Rumah pelaku yang tepat bersebelahan dengan kamar korban di lantai dua, mudah saja bagi pelaku untuk ke kamarnya. Pelaku melangkah lewat lantai dua rumahnya, yang langsung jendela kamar.

Karena malu, pelaku langsung masuk ke dalam kamar dan langsung menutup mulut korban menggunakan bantal kemudian disumpal dengan kain, sampai korban tidak bergerak lagi. Pada kondisi itu, pelaku sempat memegang payudara korban kemudian melarikan diri melewati jendela.

Inilah kronologi kejadian nahas bagai Vivian Marlini Anggreini Sumengandow adalah sebagai berikut:

1. Selasa (28/7) sekitar pukul 23.00, korban Vivian Sumangando pulang ke rumah di Kelurahan Sario, Lingkungan I, Kecamatan Sario. Saat itu pelaku JK alias Joy sedang duduk di teras rumah dan melihat korban lewat.

2. Tak lama setelah itu sekitar pukul 24.00 Wita, korban masuk ke kamar di lantai dua rumah, hendak ganti baju. Di waktu bersamaan, pelaku menaiki atap rumahnya yang rencananya akan dibangun lantai dua, lalu ke jendela kamar korban lalu mengintip korban saat ganti baju.

3. Korban memergoki pelaku sedang mengintip dan langsung teriak. Pelaku yang panik saat itu langsung masuk lewat jendela lalu menyerang korban. Pelaku menutup wajah korban dengan bantal dan menyumpal mulutnya dengan kain sampai tak bergerak.

4. Seisi rumah korban yang adalah perempuan semua sempat mendengar korban teriak-teriak dalam kamarnya. Namun karena takut dan mengira pelaku hendak merampok dan bersenjata, mereka menutup diri di kamar sambil teriak-teriak minta tolong. Setelah korban tak berdaya, pelaku kembali ke rumahnya lewat jendela.

5. Tetangga mulai keluar akibat teriakan itu. Salah seorang anggota keluarga melaporkan kejadian itu kepala Kepala Jaga (Pala). Pala kemudian melaporkan kejadian itu pada polisi. Saat itu tak ada yang berani buka pintu kamar korban. Nanti polisi tiba, baru kamar itu didobrak.

6. Saat tiba di lokasi, korban masih hidup namun sudah sangat lemah. Pertolongan pertama diberi oleh polisi, lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 01.00 Wita Rabu (29/7) dini hari, tim yang terdiri dari gabungan Manguni I Polda Sulut dan Resmob Buser Polresta Manado langsung menangkap pelaku di kamarnya. Tak ada perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya.

Tribun Manado

 
 
 
Sumber: Tribun Manado
Tags
pembunuhan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved