Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Healthy

Makanan Pedas dan Bersantan Bisa Picu Sembelit

Terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan dan pedas, dapat menimbulkan sembelit. Cara ampuh mengatasinya mudah. Cukup minum air putih dan sayuran.

Tayang:
Penulis: galih priatmojo | Editor: rika irawati
tribun jateng/hermawan handaka
ilustrasi sembelit 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM - Terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan dan pedas membuat Ananda Rahmania (29) mengalami sembelit. Bahkan, kondisi ini sempat membuat dia dilarikan ke rumah sakit.

"Iya, Lebaran tahun lalu dihabiskan di rumah sakit. Malam sebelum Lebaran masuk ke UGD (Unit Gawat Darurat). Kata dokter, terlalu banyak makan makanan bersantan dan pedas," kata Ananda.

Sebenarnya, gejala sembelit sudah dirasakan di sepekan terakhir puasa. Saat itu, perut terasa kembung, sebah atau terasa penuh. Selain itu, perut juga terasa sakit namun dia tidak bisa ke belakang.

"Rasanya, sakit banget. Sepertinya, perut penuh makanan," ungkap dara yang tinggal di Banyumanik, Kota Semarang, ini.

Karyawati di sebuah penerbitan di Yogyakarta ini mengatakan, selama puasa, dia memang lebih sering mengonsumsi makan makanan bersantan dan pedas. Ia mengaku, hampir tak pernah makan sayur sayuran. Selain itu, ia juga jarang minum air putih. Biasanya, hanya di saat sahur.

"Kalau buka lebih sering sayurnya bersantan. Air putih juga jarang, seringnya minum teh," terangnya.

Sakit yang sama juga pernah dialami Evi Fitriyani (21). Remaja yang tinggal di Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, ini bahkan harus bolak balik ke toilet lantaran mengalami sembelit. "Perutnya sakit tapi susah dikeluarkan, sampai pernah, empat kali bolak balik ke toilet baru bisa BAB (buang air besar)," ujarnya.

Untuk memicu agar sembelitnya teratasi, Evi justru makan makanan pedas. Saat kepedasan, Evi akan banyak minum air putih sehingga buang air besar bisa lancar lagi. "Sayur memang kurang suka. Air putih juga nggak terlalu banyak. Makanya, untuk mengatasi sembelit makan makanan pedes saja, kan jadi bisa minum banyak air putih," jelasnya.

Ia mengaku, sembelit terlama yang dialami adalah tiga hari. Jika makan makanan pedas tak juga memberi solusi, dia minum obat pencahar yang dijual di pasaran.

Dokter Fauzia Faranila dari Klinik Kimia Farma Jalan Pemuda Semarang menjelaskan, sembelit dalam istilah medis disebut sebagai gangguan pencernaan atau konstipasi. "Sembelit merupakan gangguan dalam mengeluarkan feses atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang tidak seperti biasanya," jelasnya.

Dalam keadaan normal, Fauzia menyebut, minimal BAB sebanyak tiga kali dalam seminggu. Dikatakannya, faktor yang memengaruhi kondisi sembelit biasanya kurang cairan, faktor umur, kurang berolahraga atau kurang asupan makanan berserat dan juga bisa dalam kondisi kehamilan.

Kondisi sembelit dalam keadaan tertentu bisa mengakibatkan komplikasi gangguan di dalam perut hingga area dubur. Ini bisa menimbulkan rasa nyeri di area dubur hingga timbul wasir.

"Untuk mengatasinya, perbanyak minum air putih minimal 2 liter per hari. Kemudian, tambah makanan pokok dikombinasikan asupan sayuran hijau dan buah buahan. Bisa juga mengonsumsi agar-agar secara berkala," pinta dia.

Fuzia tidak merekomendasikan menggunakan obat pencahar. Namun, jika mendesak, dia menyarankan menggunakan bentuk suppositoria yang disebut bekerja secara lokal. "Jika menggunakan obat pencahar yang diminum sifatnya sistemik. Jika kondisi sembelit berkepanjangan, langsung ke dokter untuk mendapat penanganan tepat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved