Laka Maut di Tanjakan Karanggeneng
2 Orang Tewas dan 1 Kritis akibat Mobil yang Ditumpanginya Tertindih Truk
Ikshan termenung melihat puluhan petugas mengevakuasi mobil yang ditumpangi sang istri, Siti Munjaenab (50)
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ikshan termenung melihat puluhan petugas mengevakuasi mobil yang ditumpangi sang istri, Siti Munjaenab (50). Guru di SMP 8 Pati itu tampak kebingungan.
Sesekali dia duduk, lalu berdiri ingin mendekati mobil. Namun, langkahnya tertahan dan dia menjauh lagi. "Saya tidak berani mendekat. Tolong, saya tidak kuat. Ya Allah, ayo ndang rampung," harap Ikshan merana.
Siti Munjaenab merupakan satu dari dua korban tewas kecelakaan maut di Jalan Raya Ungaran-Gunungpati, Kamis (30/7) sekitar pukul 19.00. Mobil yang dikendarai Siti, Toyota Avanza hitam bernomor polisi (nopol) B 1088 EVE ringsek setelah bagian belakang truk fuso nopol K 1831 AD, menghantam mobil.
Saat melintasi Jalan Raya Ungaran-Gunungpati, tepatnya di tanjakan Karanggeneng, truk bermuatan arang tersebut tak kuat menanjak. Akhirnya, truk berjalan mundur.
Toyota Avanza yang ada di belakangnya pun tak bisa menghindar. Laju mundur truk baru berhenti saat Toyota Avanza tertahan pohon besar. Namun, kondisi mobil sudah ringsek dan tiga penumpang di dalamnya tergencet bodi mobil.
Selain Siti Munjaenab, Toyota Avanza yang disopiri Ateng Sukijan (50) itu membawa Sukoco (51). Saat kejadian, Sukoco duduk disamping sopir dan Siti di belakang.
Kondisi mobil yang ringsek membuat proses evakuasi tiga korban berjalan sekitar tiga jam. Apalagi, gerimis sempat mengguyur kawasan tersebut. Banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian juga sempat menyulitkan kerja tim penyelamat.
Namun, tim Basarnas Kota Semarang, SAR Kabupaten Semarang dan BPDB Kabupaten Semarang terus bahu membahu melakukan evakuasi.
Tim penyelamat lebih dulu berhasil mengevakuasi Ateng Sukijan yang segera dilarikan ke RSUD Ungaran. Ateng yang merupakan warga Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, diduga mengalami patah tulang kaki dan tangan.
Sementara, dua korban lain, Sukoco yang merupakan Kepala Sekolah warga Tambakmulyo, Jakenan, Kabupaten Pati, serta Siti Munjaenab guru SMP warga Tlogowungu, Gembong, Pati, tewas di lokasi kejadian. Keduanya berhasil dievakuasi setelah tim penyelamat memotong kap mobil Avanza yang sempat nyantol bodi belakang truk.
Kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas Ungaran-Gunungpati lumpuh total. Petugas dari Polsek Gunungpati segera mengalihkan kendaraan yang akan melintas, ke jalan-jalan kampung. Hingga pukul 24.00, petugas masih membersihkan jalan dari sisa-sisa arang.
Sementara, Kanit Lantas Polsek Gunungpati AKP Slamet mengatakan, sopir truk langsung diamankan pascakejadian. Pihaknya masih memeriksa yang bersangkutan untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu juga langsung mendapat perhatian Jasa Raharja. PJ Pelayanan Jasa Marga Kantor cabang Semarang Haryanto mengatakan, baik korban luka maupun korban meninggal dalam kecelakaan itu akan mendapat jaminan.
"Nanti akan dibayarkan sesuai domisili ahli waris. Untuk korban meninggal ada jaminan Rp 25 juta. Sedangkan korban luka Rp 10 juta," ujarnya. (dse/dna/lyz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/evakuasi-karanggeneng-3_20150731_025036.jpg)