Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

Mahfudz Ali Ikhlaskan Rp 80 Juta untuk Bikin Baliho dan Poster

Mantan Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali, mengaku awalnya hanya mencoba mengabdikan diri

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali, mengaku awalnya hanya mencoba mengabdikan diri di usianya yang sudah lebih dari setengah abad dengan ikut bertarung memperebutkan rekomendasi bakal calon Wali Kota Semarang. Mahfudz pun kemudian mendaftar ke beberapa partai yang tergabung dalam koalisi Tugu Muda.

"Saya ingin Kota Semarang menjadi baik, tidak ada sejarah buruk yang terulang," kata Mahfudz Ali, beberapa waktu lalu.

Atas niatan itu, Mahfudz pun kemudian menggalang dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Dirinya juga mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Semarang melalui poster dan baliho yang dipasang tersebar di beberapa tempat.

Untuk membuat baliho, poster dan akomodasi penggalangan dukungan, Mahfudz Ali mengaku sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Mahfudz menyebut dana yang dikeluarkan dari kantong pribadinya berkisar Rp 80 juta.

"Saya tidak masalah kehilangan uang segitu. Saya mengikhlaskan diri. Itu bagian dari mengikuti proses politik. Ya ibaratnya untuk menunjukkan keseriusan, saya harus berkeringat juga lah," tuturnya.

Mahfudz kemudian mencalonkan diri melalui partai politik. Saat itu, Mahfudz juga digadang-gadang oleh beberapa parpol untuk diusulkan rekomendasi ke pengurus parpol di pusat. Namun, belakangan Mahfudz menyatakan mengundurkan diri sebelum ada surat rekomendasi yang turun.

"Saya memilih mundur karena nama saya diusulkan bersama mantan narapidana. Saya menyesali karena kawan saya yaitu Djoko Setijowarno justru tidak diusulkan. Padahal kontribusi dia (Djoko; red) begitu besar untuk Semarang dan Jawa Tengah, tapi malah kalah," jelasnya.

Meski sudah mengundurkan diri dan tidak ikut dalam pertarungan Pilwakot Semarang, Mahfudz tetap tidak bisa lepas dari hiruk-pikuk perebutan kursi orang nomor 1 di Semarang. Mahfudz memutuskan akan menjadi pengamat dalam pilwakot mendatang.

"Saya tetap akan mengikutinya. Semoga saja yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang baik, bukan maling," harapnya. (Tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved