Laka Maut di Tanjakan Karanggeneng
Sopir Sempat Menginjak Rem Sambil Berdiri
Kepolisian akhirnya menetapkan sopir truk pengangkut arang yang menewaskan dua orang penumpang Avanza sebagai tersangka.
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kepolisian akhirnya menetapkan sopir truk pengangkut arang yang menewaskan dua orang penumpang Avanza sebagai tersangka.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan bila dirinya sudah menandatangani status tersangka pada sopir, Jumat (31/07/2015) pagi. Sopir tersebut bernama Kusmadi (63), warga Jalan Temulus, Mejono, Kudus.
"Sopirnya truk tronton itu usianya 63 tahun, saat kecelakaan terjadi dia sedang didampingi oleh anaknya sebagai kernet. Kami sudah menetapkan sopir itu sebagai tersangka karena lalai dan ceroboh," kata Pungky kepada Tribun Jateng, Jumat (31/07/2015).
Seperti diberitakan, kecelakaan melibatkan antara truk Fuso merah plat nomor K 1831 AD bermuatan arang dengan Toyota Avanza hitam plat nomor B 1088 EVE, Kamis (30/7) malam.
Kecelakaan terjadi di di Jalan Raya Ungaran-Gunungpati Kota Semarang atau tepatnya di Tanjakan Karanggeneng Gunungpati.
Truk yang tidak kuat melewati tanjakan kemudian berjalan mundur menabrak Avanza yang ada di belakangnya.
Di mobil Avanza terdapat sejumlah orang, dua di antaranya tewas terjepit. Para penumpang Avanza adalah rombongan kontingen Jambore Daerah XIV Kwarda Jawa Tengah 2015 di Lapangan Karanggeneng Gunungpati Kota Semarang.
Pungky mengungkapkan, pemeriksaan awal menunjukkan bila saat truk berada di tanjakan , sopir sudah memasukkan persneling satu.
"Sopirnya mengaku sudah nggegas tapi truk tetap tidak mau naik. Bahkan sopir truk juga mengaku sudah menginjak rem sekuat tenaga hingga sopir itu berdiri, namun truk masih tetap berjalan mundur," ungkap Pungky.
Pungky menjelaskan, sopir dalam pemeriksaan oleh penyidik mengaku bila ia baru kali pertama lewat di lokasi kejadian.
Pungky akan menyelidiki kasus ini secara detail, terutama tentang boleh atau tidaknya truk tronton lewat di lokasi kejadian, yang jalannya termasuk sempit.
"Kami akan lakukan pemeriksaan berkaitan dengan kelas jalan, kondisi laik jalan truk , serta kapasitas muatan yang diangkut oleh truk tersebut," kata Pungky. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/laka-3-karanggeneng_20150730_221935.jpg)