Budaya Jawa Tengah
Andra Mainkan Othok-othok Meriahkan Acara Tradisi Komunitas Adat Jateng
Andra Mainkan Othok-othok Meriahkan Acara Gelar Tradisi Komunitas Adat Jateng, Jumat (07/08/2015) sore
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang bocah, Andra (10), terlihat terus memainkan sebuah mainan dari bambu yang dipegang tangan kanannya di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpanglima, Jumat (07/08/2015) sore. Siswa SD Tambangan 1, Mijen ini girang tatkala puluhan teman-temannya juga memainkan alat itu secara bersamaan.
"Ini namanya othok-othok, di kampung saya dan teman-teman sering memainkannya," kata Andra seraya menambahkan bila dirinya senang bisa memainkan mainan itu secara bersamaan dengan teman-temannya.
Sore itu, Andra dan puluhan siswa SD lainnya meramaikan event pembukaan Gelar Tradisi Komunitas Adat. Perhelatan yang bertema "Merajut Harmoni Melalui Keragaman Tradisi" itu dilangsungkan di Kota Semarang hingga 9 Agustus 2015 mendatang.
Acara dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kedua pejabat itu pun terlihat asik memainkan mainan tradisional seperti yang dipegang oleh Andra. Bunyi yang ditimbulkan dari mainan tersebut mirip tepuk tangan ratusan orang,suasana sore itu pun riuh.
Selain permainan othok-othok, ada pula sejumlah bocah yang main egrang, gangsingan, dan permainan lainnya. Beragam kesenian dari berbagai daerah juga ditampilkan. Mulai tari topeng dari Temanggung, kuda lumping, barongsay, dan serombongan orang memakai pakaian adat, di antaranya Masyarakat Samin dari Pati, serta lainnya.
"Itulah Jawa Tengah. Ketika berbicara soal budaya di provinsi ini, kita tidak bisa hanya ngomong soal Semarangan saja. Masih ada daerah Solo Raya, Banyumasan, serta daerah-daerah lain yang memiliki beragam budaya khas berbeda-beda," kata Ganjar Pranowo.
Sementara itu, Anies Baswedan memberikan apresiasi atas keberagaman budaya yang ditampilkan. "Berbagai tradisi dan nilai budaya yang masih melekat pada komunitas komunitas adat harus terus dibina, dilestarikan, dan dikembangkan. Pemanfaatannya tidak hanya menjadi penyangga identitas lokal tapi juga sumber inspirasi bagi kreasi seni, peningkatan solidaritas dan integrasi sosial serta pembangunan karakter bangsa," kata Anies. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gelar-tradisi-komunitas-adat-di-kawasan-simpanglima_20150807_201625.jpg)