Penangkapan Terduga Teroris
Keluarga Tak Terima Atas Penangkapan Polisi
Sugiyanto yang ditabrak kemudian masuk ke selokan dan ditodong senjata oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai polisi,
Penulis: suharno | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Keluarga terduga teroris yang ditangkap oleh polisi, Rabu (12/8/2015) siang tidak terima atas penangkapan ini.
Istri Sugiyanto (35) yang merupakan terduga teroris yang ditangkap, yakni ES bersama putranya, A datang ke Mapolresta Solo didampingi sejumlah perwakilan dari Laskar Umat Islam Solo (LUIS).
Seorang perwakilan LUIS, Indro menuturkan kalau istri dan anak Sugiyanto ini ingin kepastian apakah yang menangkap suaminya ini benar polisi.
"Karena sejumlah saksi mata mengatakan, penangkapan dilakukan dengan cara kekerasan. Sugiyanto yang ditabrak kemudian masuk ke selokan dan ditodong senjata oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai polisi," ujarnya.
Indro menambahkan perwakilan dari LUIS ini juga menanyakan seorang anggotanya lagi yakni Yuskarman (30) yang juga ditangkap di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo di hari yang sama.
Di sisi lain, Wakasatintel Polresta Solo, AKP Bowo Haryanto menuturkan kalau penangkapan merupakan wewenang dari Mabes Polri.
"Kami Polresta sifatnya hanya membantu. Jadi terkait keterangan penangkapan mulai dari kasusnya, penyebabnya ya wewenang berada di Mabes Polri," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/polisi-solo-tangkap-terduga-teroris-di-semangg_20150812_165125.jpg)