Liputan Khusus
Menelusuri Jejak Pahlawan Kemerdekaan Tionghoa di Semarang (2)
Saat pindah ke Semarang, ayahnya membuka toko di Pecinan. Awalnya hanya toko kelontong dan sempat berganti-ganti usaha hingga menjadi toko alat tulis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Leni Kusumawati (64) bercerita, setelah kemerdekaan ayahnya, Lie Yun Fong memilih berdagang. Meski termasuk dalam pejuang 45, ayahnya tidak pernah meminta fasilitas apapun pada negara. Padahal ayahnya cukup dekat dengan Adam Malik yang sempat jadi wakil Presiden kala itu.
"Ayah saya lebih tua 10 tahun dan pernah satu kantor di Yogyakarta ketika sama-sama jadi wartawan," katanya saat ditemui di Toko Boma Jalan Pekojan no 50, Semarang, beberapa waktu lalu.
Keakrabannya tidak sekadar rekan seperjuangan. Ayahnya pun pernah membantu mencarikan obat untuk anak Adam Malik yang sakit pada masa agresi militer.
Ketika itu, obat sulit dicari. Dengan mengandalkan jaringan, Lie Yun Fong berhasil mendapatkan obat. Apalagi keluarga ayahnya juga dikenal sebagai keluarga tabib.
Saat pindah ke Semarang, ayahnya membuka toko di Pecinan. Awalnya hanya toko kelontong dan sempat berganti-ganti usaha hingga menjadi toko alat tulis seperti sekarang ini.
Pada masa berdagang itu, ayahnya pernah bertemu Adam Malik di bandara. Saat itu, ia bercerita keadaannya saat ini dan Adam Malik minta pada ayahnya agar datang ke kantornya untuk diberi fasilitas.
"Ditawari bantuan tapi ayah saya tidak mau datang ke kantor. Lalu pernah juga ketemu di pameran lukisan di Jakarta," kenangnya.
Leni ingat pesan ayahnya agar tidak mengambil pamrih dari perjuangan. Tidak perlu berpikir macam macam tentang fasilitas. Cukup hidup dengan jujur dan benar.
Hidup di masa perjuangan membuat ayahnya mendidik anaknya dengan disiplin. Ia mengenang ayahnya selalu tidur dan bangun tepat waktu. Ayahnya pun selalu mengajarkan untuk tidak membenci orang lain.
Tidak hanya itu ayahnya juga aktif di berbagai organisasi serta terus belajar hingga tua. Ia kagum hingga usia 90 tahun, ingatan ayahnya masih tajam.
Meninggalnya sang ayah pun disyukurinya karena meninggal dengan tenang. Ayahnya meninggal di pangkuan anak tertuanya setelah berbincang dengan sebagian besar anaknya.
"Kami berbincang-bincang dengan ayah sekeluarga waktu malam itu. Lalu ketika ayah mau istirahat mendadak suster perawat mengabari bahwa ayahnya sesak napas. Kakak saya yang dokter pun memeriksa namun ayahnya sudah mengembuskan napas terakhir," jelasnya. (Tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lie-yun-fong_20150817_070032.jpg)