Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menikmati Lumpia Mbak Lien yang Otentik

Mbak Lien ini merupakan generasi keempat dari penemu lumpia khas Semarang. Sehari-hari gerai mereka dikelola oleh putra-putra Mbak Lien.

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Muslimah
Lumpia Mbak Lien 

TRIBUNJATENG.COM -- Ingin menikmati sensasi lumpia yang rasanya otentik? Lumpia Mbak Lien bisa jadi pilihan. Tempatnya sangat mudah dijangkau karena berada di pusat Kota Semarang. Tepatnya Jalan Pemuda, depan Sri Ratu, di sebuah mulut gang yang diberi nama Gang Grajen.

Mbak Lien ini merupakan generasi keempat dari penemu lumpia khas Semarang. Sehari-hari gerai mereka dikelola oleh putra-putra Mbak Lien. Selain di Jl Pemuda, mereka juga membuka cabang di Jalan Pandanaran.

"Rasanya otentik karena warisan dari nenek moyang. Kami akan mencoba terus melestarikan karena ini merupakan sejarah," ujar putra ketiga Mbak Lien, Yehezkiel Hadirahardja.

Alkisah, menurut pria yang biasa disapa Hezky, pada tahun 1930, dua penjual lumpia di Semarang saling jatuh cinta dan menikah. Mereka pun menggabungkan bisnis masing-masing dan sukses bertahan hingga sekarang.

Si pria mengajarkan resep lumpia kepada adiknya yang sekarang memiliki brand sendiri, Lumpia Gang Lombok. Sementara Mbak Lien adalah keturunan keempat dari pasangan tersebut.

Ada tiga varian rasa dari Lumpia Mbak Lien yakni ayam (ayam kampung) dibandrol Rp 12 ribu perbuah, rasa udang (Rp 11 ribu) dan lumpia spesial (Rp 13 ribu) yang merupakan perpaduan dari dua rasa, udang dan ayam.

Menurut Hezky, ciri khas Lumpia Mbak Lien antara lain terletak pada tidak adanya bau rebung yang pesing karena rebung telah melalui proses panjang, pencucian yang sangat bersih dan lain sebagainya.

Semua bahan diolah sendiri, termasuk kulit lumpia yang menggunakan tepung khusus. Untuk isian, bahan utama yakni ayam dan udang dicampur dengan telur, kemudian ditambah berbagai bumbu lain.

Soal rasa, lumpia merupakan perpaduan kuliner Tionghoa dan Jawa. Kalau di Mbak Lien, yang cenderung lebih kuat adalah rasa khas Jawa yang manis dan gurih.

Meski dijual di sebuah gang, namun jangan dibayangkan kalau tempatnya kotor dan berbau. Sebaliknya, Lumpia Mbak Lien ini tempatnya sangat bersih dan rapi, serapi cara menggulung lumpianya.

Mbak Lien ingin mempertahankan apa yang dimulai leluhurnya, yakni menjual lumpia secara kaki lima. Meski demikian, bagi yang ingin menikmati menu ini di tempat, mereka juga menyediakan tempat khusus. Sebuah kafe dengan konsep bangunan tempo dulu yang nyaman. Letaknya sedikit masuk di dalam gang.

Di sana, pembeli bisa menikmati lumpia ditemani aneka minuman seperti teh, kopi, espresso, coklat, dan berbagai minuman dingin.

Sebagai cocolan lumpia disediakan tiga varian saus. Yang pertama saus widjo. Saus ini juga akan disertakan bersama daun bawang, cabai dan acar timun jika membeli lumpia untuk dibawa pulang. Saus ini memiliki rasa dominan manis yang merupakan campuran dari kecap, bawang putih dan tepung pati.

Dua saus lainnya adalah mustard dan acar bawang. Lumpia makin nikmat disantap dengan acar timun, cabai dan daun bawang. "Kalau mau dibawa pulang lumpia bisa bertahan dua hari. Baik yang basah maupun goreng," jelas Hezky.

Pada hari libur, Mbak Lien bisa menjual sekitar seribu buah lumpia. Sementara di hari biasa sekitar setengahnya. Banyak selebriti papan atas yang sudah mampir ke Lumpia Mbak Lien. Diantaranya Fitri Tropica dan Dimas Andrean. Sementara perancang top asli Semarang, Anne Avantie biasanya memesan sebagai oleh-oleh. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Tags
Lumpia
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved