Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lim Swie King Prihatin Prestasi Sektor Tunggal Putra Bulutangkis

Legenda bulutangkis era 1970-an, Liem Swie King, mengaku prihatin terhadap dunia bulutangkis Indonesia saat ini. Khususnya, sektor tunggal putra

Penulis: yayan isro roziki | Editor: rustam aji
Para legenda bulutangkis Indonesia, dan sosok yang terlibat dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015, berfoto bersama usai jumpa pers di GOR Djarum Jati, Senin (31/8/2015). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015, di Kudus akan digelar di GOR Djarum, Kecamatan Jati, mulai Selasa (1/9/2015) - Kamis (3/9/2015). Sebelumnya, audisi serupa telah digelar di delapan kota lainnya; Medan, Palembang, Jember, Balikpapan, Manado, Tasikmalaya, dan Purwokerto.

"Bagi pemain yang sudah ikut audisi di kota lain, tapi tidak lolos, masih bisa ikut kembali dan terbuka kesempatannya di Kudus ini," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam jumpa pers yang digelar di GOR Djarum Jati, Senin (31/8/2015).

Disampaikan, sistem audisi untuk beasiswa pada 2015 ini berubah secara signifikan. Dituturkan, pada tahun sebelumnya, audisi hanya dipusatkan di Kudus.

"Kami menyadari, bahwa bibit-bibit atlet bulutangkis andal selama ini bertebaran di berbagai penjuru negeri," sambung dia.

Di samping itu, pada audisi tahun ini juga melibatkan para legenda bulutangkis nasional. "Kita manfaatkan kejelian mata para legenda, untuk menyaring tunas-tunas muda yang layak untuk mendapat beasiswa," ucapnya. Para legenda yang terlibat, antara lain; Liem Swie King dan Johan Wahyudi.

Dijelaskan lebih lanjut, sebagaimana di delapan kota lainnya, dalam audisi di Kudus juga akan dibagikan Super Tiket kepada pemain yang mampu menampilkan performa terbaik.

"Super tiket diberikan kepada pemain U-15 dan U-13 putera, yang lolos hingga semifinal. Sementara untuk U-15 dan U-13 putri, hanya bagi yang lolos hingga babak final," jelasnya.

Dari pantauan Tribun Jateng, hingga pukul 15.30, tercatat 858 peserta yang telah registrasi ulang, dari 1.228 peserta yang mendaftar. "Kalau ditanya, berapa pemain yang akan diambil untuk mendapat beasiswa, itu relatif. Tahun kemarin 24 pemain, bisa kurang, bisa lebih, tergantung berapa banyak pemain yang layak mendapatkan," tutur dia.

Legenda bulutangkis era 1970-an, Liem Swie King, mengaku prihatin terhadap dunia bulutangkis Indonesia saat ini. Khususnya, sektor tunggal putra yang minim prestasi. "Itu lah alasan khusus kenapa saya kembali ke sini," ujarnya.

Ditambahkan, dengan melihat banyaknya potensi bibit-bibit muda yang berlimpah, sangat disayangkan prestasi Indonesia justeru surut. "Di juniro bagus, tapi kalau tak punya motivasi yang tinggi, saat senior tak akan jadi apa-apa," sambung dia.

Pelatih bulutangkis di GOR Djarum Jati, Fung Permadi, mengatakan sejatinya Indonesia mempunyai banyak bibit berkualitas. Hanya, saat memasuki level senior kemampuan mereka seolah terhalang tembok tebal, sehingga tak bisa menampilkan performa terbaik.

"Bandingkan dengan Spanyol, yang minim tunas muda tapi bisa menelorkan juara dunia," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved