Diberhentikan Tim Monev Futsal, Wilander Merasa Sekarang Tanpa Beban
Wilander Wilmarson, yang diberhentikan tim Monitoring evaluasi futsal bentukan Asprov PSSI Jateng pada Selasa (1/9/2015) merasa lebih tenang saat ini.
Penulis: m alfi mahsun | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Wilander Wilmarson, yang diberhentikan tim Monitoring evaluasi futsal bentukan Asprov PSSI Jateng pada Selasa (1/9/2015) merasa lebih tenang saat ini.
Dirinya merasa segala beban yang ditanggungnya selama ini telah hilang. Meski begitu mantan pemain Cosmo di 2006-2007 dan Electrik PLN 2009 itu tetap menyemangati mantan pemainnya untuk tetap fight hadapi Pra Kualifikasi PON di Jatim 10-20 Oktober mendatang.
"Saya merasa lebih tenang. Semua beban yang selama ini ada hilang. Saya harap para pemain nanti tetap menghargai pelatih mereka yang baru," ujar Wilander saat ditemui.
Ditemua di kawasan Jalan Citarum Semarang, Wilander juga tidak memusingkan karirnya. Pelatih berlisensi AFC level 1 yang diperoleh pada 2014 itu mengungkapkan dirinya sudah dilirik klub Futsal Super League, Pingdus Surabaya.
"Saya setelah ini akan kabari manajemen Pingdus Surabaya yang sudah tertarik dengan jasa kepelatihan saya sejak melatih tim Pra PON Jateng di GATO Bandung kemarin," lanjut pria kelahiran 11 November 1982 itu.
Mengenai alasan pemberhentian dirinya, Wilander juga kaget. Tim monev menilai dirinya diam saja dalam kondisi manajerial yang bermasalah.
"Saya juga ada rasa kecewa sebenarnya tim monev tidak mengumpulkan saya dan pemain dalam satu ruangan untuk lakukan evaluasi terlebih dulu. Malah saya mendapatkan kabar pemberhentian ini," lanjut pemilik tim futsal AWA Soloraya itu.
Wilander juga merasakan bagaimana dampak masalah manajerial tim Pra PON Jateng. Gaji pelatih selama ini juga macet dalam empat kali melakukan pemusatan latihan.
"Tidak hanya gaji pelatih, namun teman-teman Pra PON Jateng juga uang transportnya minim sekitar Rp 150 ribu per minggu. Beda dengan di Jakarta yang tim Pra PONnya bisa mengantongi uang transport Rp 3 jutaan sebulan," ungkap Wilander.
Seperti diketahui, TC dalam penanganan Wilander, skuat Pra PON Jateng melakukan empat kali TC. Pertama selama empat minggu pada Maret-April 2015 di Karanganyar. Lalu mulai 28 Mei selama 3 minggu setelahnya di Purwokerto.
Dilanjut pasca lebaran skuat Pra PON Jateng memulai TC di GOR Undip Semarang 27 Juli hingga 5 Agustus dan berkesempatan menjajal Eks Timnas Indonesia. Lalu Dennis dkk melakoni laga di Piala Emas Futsal Indonesia di Jakarta, berlanjut di GNFC Bandung, dan terakhir melakukan TC di Tifosi Futsal Center Jakarta hingga Selasa siang kembali ke Semarang.
Dengan ditunjukknya Manager Pra PON Jateng, Suyatno dan saat ini membahas penunjukan pelatih, para pemain saat ini diliburkan dua hari. Pada 4 September mendatang skuat di Jadwalkan melakukan TC di GOR Undip kembali.
"Para pemain sudah ada progres. Hanya masalah fisik saja yang harus diperbaiki. Jangan sampai dengan kejadian ini mental mereka yang sedang berkembang jadi drop," harap Wilander pada mantan anak asuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wilander-dicoret_20150901_224349.jpg)