Edukasia Kampus

Ini Alat Pemurni Air dari Jerami Karya Mahasiswa Undip

Dari timbunan sampah ini ketika terkena air hujan akan menghasilkan cairan yang disebut air lindi.

Ini Alat Pemurni Air dari Jerami Karya Mahasiswa Undip
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Ini Alat Pemurni Air dari Jerami Karya Mahasiswa Undip 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melihat semakin sedikitnya sumberdaya air bersih yang bisa digunakan menjadi masalah yang terus menggelitik pemuda ini untuk berkarya.

Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro ini kemudian berusaha menemukan solusi pengolahan air limbah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir.

Empat mahasiswa ini adalah Hilma Muthiah, Rusyda Syahidah, Rizki Januarita dan Azka Azizah yang tergabung dalam tim PKM-P Undip yang kemudian mengambil objek penelitian di TPA Jatibarang.

Ketua tim Hilma Muthiah menjelaskan timbunan sampah yang masuk perhari di TPA Jatibarang mencapai 6500 m3. Dari timbunan sampah ini ketika terkena air hujan akan menghasilkan cairan yang disebut air lindi.

"Air ini dibiarkan mengalir dari kolam menuju sungai Kreo yang dimanfaatkan masyarakat sekita untuk kegiatan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan sebagainya. Padahal air lindi mengandung logam berat sepeti timbal, besi dan mangan yang sangat berbahaya bagi tubuh," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dengan menggunakan limbah jerami dan sekam padi sebagai bahan dasar pembuatan penyaring kandungan logam berat air lindi berbasis nano arang aktif mereka mencoba menemukan solusi untuk pengolahan air sehingga lebih layak untuk digunakan.

"Nano arang aktif bisa dibuat dari limbah jerami yang telah dicuci dan dikeringkan kemudian di tumbuk dan direndam dengan larutan HCl kemudian dinetralkan kembali dengan larutan Na Cl. Setelah itu barulah tumbukan dari limbah jerami tersebut dipadatkan atau di nanokan sampai ukurannya mencapai 800-200 mm," jelasnya lebih lanjut.

Setelah nano arang aktif berhasil di buat, mekanisme penyerapan logam berat pada air lindi dilakukan dengan cara mengalirkan air lindi dengan penyaringan horisontal dengan tiga media terlebih dahulu.

Media itu adalah krikil, pasir silika dan pasir pantai terlebih dahulu untuk mengurangi beban penyaringan. Setalah itu kemudian dialirkan ke nano arang aktif untuk diserap logam beratnya. Hasil yang didapatkan merupakan air tanpa kandungan logam

"Penelitian ini merupakan sebuah inovasi riset untuk pengolahan air dengan penyaring berbasis teknologi nano, harapannya agar apa yang sudah kami teliti ini bisa menjadi pilihan inofasi pengolahan air di TPA lainnya," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved