Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bendera Palestina Akhirnya Berkibar di PBB

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengizinkan Palestina mengibarkan benderanya di markas besar badan dunia itu.

Tayang:
Editor: rustam aji
net
BENDERA PALESTINA. Sidang Majelis Umum PBB Setujui Pengibaran Bendera Palestina, Jumat 10 September 2015 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK -Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengizinkan Palestina mengibarkan benderanya di markas besar badan dunia itu. Dalam voting di Sidang Majelis PBB, mayoritas negara-negara anggota PBB mendukung Palestina.

Dalam voting, Kamis (10/9/2015), resolusi yang diajukan Palestina itu diadopsi oleh 119 negara anggota PBB yang setuju, sedangkan 8 negara lainnya menolak, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Kemudian 45 negara anggota memutuskan abstain, termasuk Inggris, Jerman, Austria, Finlandia, Belanda. Demikian dilaporkan AFP, Jumat (11/9/2015).

Resolusi tersebut mengizinkan bendera Palestina dan juga bendera Vatikan, yang sama-sama berstatus sebagai negara pengamat non-anggota, untuk dikibarkan bersebelahan bersama bendera-bendera negara anggota PBB lainnya.

"Ini merupakan hal simbolis, tapi langkah lain untuk memperkuat pilar-pilar negara Palestina di dunia internasional," ucap perwakilan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.

"Ini memberikan harapan kepada rakyat kami bahwa dunia internasional masih mendukung kemerdekaan negara Palestina. Situasi semakin suram, proses politik telah mati, Gaza seolah tercekik. Resolusi bendera ini seperti secercah cahaya kecil dari sebuah lilin untuk menjaga harapan tetap hidup bagi rakyat Palestina," imbuhnya.

Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah yang tengah berada di Paris, Prancis menyambut baik hasil voting Sidang Majelis PBB ini. "Satu langkah maju menuju Palestina menjadi anggota penuh PBB," sebutnya.

PBB memiliki waktu 20 hari untuk menerapkan resolusi ini, sehingga bendera Palestina akan berkibar saat Presiden Palestina Mahmoud Abbas datang ke markas besar PBB pada 30 September mendatang. Nantinya, bendera Palestina akan berkibar di markas besar PBB di New York, dan juga markas PBB di negara lain termasuk di Jenewa, Swiss dan Wina, Austria. Pada 29 November 2012 lalu, Palestina mendapatkan status pengamat non-anggota melalui voting Sidang Majelis PBB.

AS menolak resolusi itu dengan alasan karena pengibaran bendera Palestina ini tidak akan bisa mendamaikannya dengan Israel. "Pengibaran bendera Palestina di luar markas PBB bukanlah alternatif untuk perundingan (antara Palestina dan Israel), dan tidak akan membawa kedua pihak makin dekat dengan perdamaian," tegas Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power.

Perundingan damai antara Israel dengan Palestina, yang dimediasi AS, terhenti sejak April 2014 lalu. Konflik berkelanjutan dengan Hamas di Gaza pada pertengahan tahun 2014 lalu semakin memperburuk hubungan antara Israel dengan Palestina. Israel sebelumnya juga mengecam pengibaran bendera Palestina di markas PBB.

"Secara sinis, (Palestina) memanipulasi PBB untuk mencapai tujuan politiknya," sebut Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor.

Sementara Indonesia tegas mendukung Palestina merdeka. Saat pidato Kenegaraan Kemerdekaan Indonesia di Gedung DPR , Jumat (14/8/2015) lalu, Presiden Jokowi kembali menegaskan, pemerintah selalu mendukung kemerdekaan Palestina. "Indonesia terus mendukung Palestina bebas dari penjajahan," ujar Jokowi . (tribun/ruth/cnn/AFP)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved