Destinasi Jawa Tengah
Jembatan di Jalur Curug Lawe Ini jadi Lokasi Favorit Selfie
Melepas penat dari rutinitas tapi tak punya banyak waktu? Pergi saja ke Curug Lawe di Kabupaten Semarang. Suasana yang sejuk bakal menyegarkan lagi.
Penulis: rival al manaf | Editor: rika irawati
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM - Melepas penat dari rutinitas dan kepadatan Kota Semarang bisa dilakukan lewat traveling ke destinasi yang menyegarkan mata serta pikiran. Kalau tak mau jauh-jauh dari kota, Anda bisa mengarahkan kendaraan ke Curug Lawe di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Semarang, Curug Lawe lebih mudah dijangkau lewat jalur Sekaran, Kecamatan Gunungpati. Anda yang dari arah Boja, Kendal, bisa mengarahkan kendaraan ke arah Ungaran. Sementara Anda yang dari Ungaran, arahkan kendaraan ke Gunungpati atau Boja. Tempat wisata ini memang hanya bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi. Belum ada angkutan umum yang melayani rute ke Kalisidi.
(tribun jateng/rival almanaf)
Setelah membayar tiket masuk Rp 4.000 per orang (harga tiket per September 2015) dan parkir Rp 2.000 untuk roda dua serta Rp 3.000 untuk roda empat, Anda tak bisa langsung menikmati Curug Lawe. Butuh tracking sejauh sekitar dua kilometer untuk mencapai air terjun setinggi 25 meter itu.
Meski jauh, tak perlu khawatir medan yang dilewati sulit. Anda hanya perlu melewati pinggiran saluran irigasi dan hanya sesekali melintasi jalur terjal. Menembus hutan tropis di sepanjang perjalanan pun tak memberatkan. Pemandangan pepohonan hijau, udara yang sejuk, dan sayup-sayup terdengar gemericik air justru membangkitkan semangat dan membuat langkah semakin ringan. Jika beruntung, Anda bisa melihat lutung yang bergelantungan di pohon.
Sambil melepas lelah, Anda bisa selfie atau foto di jembatan kayu menuju Curug Lawe. Di antara wisatawan lokal, jembatan kayu ini lebih dikenal sebagai Jembatan Cinta.

Pemandangan hijau di sekitar Curug Lawe membuat suasana semakin sejuk. (tribun jateng/rival almanaf)
Tak hanya jembatan, di perjalanan, Anda juga akan menemukan Pohon Sandal. Seperti namanya, pohon ini berupa pohon beranting sandal-sandal yang ditemukan pengelola di sepanjang jalur Curug Lawe. Ada juga kumpulan botol bekas air mineral yang disulap menjadi tempat duduk atau peristirahatan bagi wisatawan.
Sebelum mencapai lokasi air terjun, Anda akan menyeberangi sungai kecil yang mengalirkan air dari Curug Lawe. Anda bisa sejenak bermain-main di aliran sungai ini atau langsung menuju curug.
Curug Lawe memiliki tebing melengkung. Ada air terjun utama setinggi sekitar 25 meter, serta air terjun kecil-kecil di sisi kiri dan kanan. Bermain di bawah air terjun ini harus hati-hati lantaran bebatuan yang ada sedikit licin.
"Airnya cukup segar. Bermain air atau foto-foto membuat kami betah lama-lama di sini," kata Siska Kusumawardani (23), pengunjung dari Kota Semarang.

Jembatan kayu menuju Curug Lawe biasa menjadi spot selfie maupun groufie. (tribun jateng/rival almanaf)
Hanya saja, Siska tak bisa menemukan penjual makanan atau minuman. Beruntung, dia sempat membawa bekal air minum sebelum berangkat. Perjalanan ke Curug Lawe pun dilalui tanpa kehausan.
Anda yang dari alun-alun Ungaran, bisa langsung mengarahkan kendaraan ke arah barat. Anda akan menemukan papan penunjuk arah ke Curug Lawe. Sementara, dari Sekarang, Gunungpati, sesampai di pertigaan persimpangan Ungaran-Boja, belokkan kendaraan ke jalur Boja, Kendal. Tak sampai 200 meter, Anda akan menemukan penunjuk ke Curug Lawe di sisi kiri jalan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/curug-lawe_20150920_180641.jpg)