Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wisata Religi Jawa Tengah

Ini yang Membuat Empat Pilar di Masjid Agung Demak Begitu Istimewa

Masjid Agung Demak menjadi jujugan jamaah karena istimewa. Di tempat ibadah ini, terdapat empat pilar besar pemberian empat Wali Sanga.

Tayang:
Penulis: galih priatmojo | Editor: rika irawati
tribun jateng/m syofri kurniawan
Masjid Agung Demak. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM - Hujan gerimis turun siang itu. Abdul Aziz yang selesai berziarah di makam Sultan Fattah tampak berteduh di dekat pendopo, di dalam komplek Masjid Agung Demak.

Warga Desa Pidodo, Kecamatan Karang Tengah, Demak, itu mengaku sering berkunjung ke Masjid Agung Demak. Selain beribadah, tujuannya berziarah ke makam Raja Islam pertama di Jawa.

Membaca Alquran sambil menunggu waktu salat.
Membaca Alquran sambil menunggu waktu salat. (tribun jateng/m syofri kurniawan)

Selama Ramadan, hampir setiap hari Abdul Aziz berkunjung ke Masjid Agung Demak. Hampir sepanjang hari waktunya dimanfaatkan untuk berzikir dan wiritan. "Kalau pagi biasanya sampai sore, tapi kalau sempatnya sore bisa sampai tengah malam saya disini," ujarnya.

Lain halnya dengan Rena Fiesti Andriani. Warga Jepara tersebut sengaja datang jauh dari rumahnya untuk beribadah di Masjid Agung Demak. Dia berharap, munajatnya bisa segera dijabbah atau dikabulkan lantaran dipanjatkan di bulan suci Ramadan dan di masjid yang punya hubungan dengan Wali Sanga itu.

"Sengaja datang kesini sama orangtua untuk salat zuhur sekaligus memohon doa," ungkap lulusan Universitas Muhammadiyah Solo.

Empat soko penyangga masjid yang merupakan hadiah empat sunan.
Empat soko penyangga masjid yang merupakan hadiah empat sunan. (tribun jateng/m syofri kurniawan)

Bendahara Takmir Masjid Agung Demak, H Masduki Siddiq mengatakan, kompleks masjid tersebut tidak pernah sepi dikunjungi jamaah, apalagi ketika Ramadan datang. Masjid yang dibangun 1466 masehi tersebut memang memiliki daya tarik tersendiri. Disamping riwayat pembangunannya yang unik, kesan religius yang sangat kuat menjadi magnet bagi umat muslim.

Masduki mengatakan, ada jutaan orang yang datang berkunjung ke Masjid Agung Demak, baik untuk beribadah maupun berziarah. Mereka yang datangpun beragam, mulai pejabat hingga orang biasa.

"Rata-rata, dalam setahun, ada dua juta orang yang berkunjung. Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) pernah ke sini, bahkan sebelum dia mencalonkan diri (sebagai gubernur). Mantan presiden SBY, saat masih jadi presiden, pernah menyempatkan salat tarawih di Masjid Agung Demak," ungkapnya.

Pengunjung ziarah di kompleks makam Sultan Fattah di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/masjid' title='Masjid'>Masjid</a> Agung <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/demak' title='Demak'>Demak</a>.
Pengunjung ziarah di kompleks makam Sultan Fattah di Masjid Agung Demak. (tribun jateng/m syofri kurniawan)

Merujuk pada kronik, Masjid Agung Demak awalnya merupakan bangunan pelengkap untuk pesantren yang didirikan Sultan Fattah bersama para Wali Sanga. Pembangunannya diawali peletakan batu pertama yang ditandai adanya prasasti pada pintu masuk masjid yang dinamai pintu bledek atau petir.

"Prasati yang berbentuk ukiran naga di daun pintu masjid tersebut merupakan Condro Sengkolo yang berbunyi Nogo Mulad Saliro Wani yang bermakna tahu 1388 saka atau sama dengan 1466 masehi yang merupakan tonggak awal pembangunannya," jelas Masduki.

Secara arsitektur, Masjid Agung Demak memiliki bentuk unik dengan atap berwujud limas dan bertingkat. Sebagai penyangga, terdapat empat soko yang menjadi pondasi kokoh masjid. Soko tersebut merupakan pemberian para wali. Mereka adalah Sunan Ampel, Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati dan Sunan Bonang.

"Yang jadi daya tarik, terutama soko yang diberikan Sunan Kalijaga. Pada soko tersebut terdapat bagian yang berasal dari tatal atau serbuk kayu yang ternyata kuat menopang masjid. Soko tersebut berasal dari kayu Jati yang diameternya mencapai 115 cm, kalau sekarang susah dicari," lanjutnya.

Calon pembeli mencoba kopiah di toko souvenir di kompleks <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/masjid' title='Masjid'>Masjid</a> Agung <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/demak' title='Demak'>Demak</a>.
Calon pembeli mencoba kopiah di toko souvenir di kompleks Masjid Agung Demak. (tribun jateng/m syofri kurniawan)

Selain bangunan masjid, di kompleks masjid terdapat makam Sultan Raden Fattah beserta keluarga kerajaan. Termasuk, makam Pangeran Sekar Sedo Lepen yang merupakan putra dari Aryo Penangsang.

Menurut Masduki, kompleks Masjid Agung Demak biasanya ramai dikunjungi ketika masuk bulan Rajab, Maulud dan Ruwah.

Masjid Agung Demak berada di belakang Alun-alun Demak. Atau, berjarak sekitar 30 Km dari Kota Semarang yang bisa ditempuh selama 45 menit perjalanan. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, arahkan kendaraan Anda ke timur atau arah Surabaya melewati jalur Pantura. Sesampai di persimpangan Jalan Lingkar Demak, ambil jalan lurus atau Jalan Sultan Fatah yang mengarah ke Kota Demak hingga sampai alun-alun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved