Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tragedi Mina

PPIH Solo Yakini Tidak Ada Jamaahnya yang Jadi Korban di Mina

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo meminta keluarga jamaah haji di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tidak panik.

Penulis: suharno | Editor: rustam aji
dok. Twitter Directorate of the Saudi Civil Defense
Operasi evakuasi dan penyelamatan korban terus dilakukan, Kamis (24/9/2015). Sebanyak 400 korban luka-luka dan 150 korban tewas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Terkait tragedi di Mina, Arab Saudi, yang menelan ratusan nyawa jamaah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo meminta keluarga jamaah haji di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tidak panik.

Pejabat Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indradi meyakini jamaah haji dari Jateng dan DIY belum melakukan ibadah lempar jumrah saat tragedi di Mina terjadi.

Menurutnya saat lempar jumrah untuk jamaah haji asal Indonesia, sudah terjadwal baik, meskipun dia mengakui, biasanya ada jamaah haji yang mengejar waktu terbaik melempar jumrah menjelang shalat dhuhur.

"Insyallah tidak ada jamaah haji asal Indonesia di dalam insiden. Khususnya Embarkasi Solo. Jadwal melempar jumrah sudah diatur rapi," katanya, Kamis (24/9/2015).

Gentur menambahkan jadwal lempar jumrah bagi jamaah Embarkasi solo di lembah padang pasir di antara Makkah dan Muzdalifah itu, tidak bersamaan dengan jamaah haji dari negara lain.

"Lempar jumrah jamaah haji Indonesia dipisahkan dari jamaah yang berbadan besar. Waktunya pun tidak sama. Jamaah dari luar negeri itu biasa memburu waktu utama sebelum pelakaan shalat dhuhur," sambungnya.

Pihaknya terus memantau informasi resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui petugas di Mina dan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

"Kami akan siaga 24 jam, seperti kami memantau tragedi crane pekan lalu. Informasi yang diterima PPIH, sebagian besar korban dari Mesir dan Afrika," tandasnya.

Di sisi lain, Koordinator Pemantauan Penyakit Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo dari Dinkes Provinsi Jateng, Sarno Dwiantoro menambahkan, pihaknya sudah memerintahkan 74 dokter dan 148 perawat dari Embarkasi Solo untuk bekerja keras.

Kesehatan 26.482 jamaah haji dari Jateng dan DIY diminta dipantau ketat, lantaran dikhawatirkan banyak yang mengalami kelelahan setelah puncak ibadah haji di Arafah dan Mina.

"Apalagi suhu di Tanah Suci, mencapai 47 derajat. Selain itu, puluhan jamaah dari embarkasi Solo juga tergolong berisiko tinggi (Risti) jadi keselamatan dan kesehatan jamaah saat beribadah wajib diutamakan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved