Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Disdik Kota Semarang Masukkan Tertib Lalu Lintas ke Kurikulum

Disdik Kota Semarang Masukkan Tertib Lalu Lintas ke Kurikulum

Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
ilustrasi pelajar 

Laporan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Maraknya kecelakaan yang melibatkan pelajar hingga anak usia SD berseliweran mengendarai sepeda motor membuat kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin prihatin. Karena itu, pihaknya bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng akan memasukkan materi tertib lalu lintas ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran baru.

"Sekarang ini, orangtua lihat anaknya meski masih sekolah dasar bisa naik motor malah bangga. Padahal bahaya," katanya pada tribun Jateng baru-baru ini. Ia mengatakan, saat ini sudah dibentuk tim untuk menggodok pelajaran lalu lintas yang akan dimasukkan ke mapel Pendidikan Kewarganegaraan. Bahkan, ia menyiapkan belasan sekolah sebagai pilot project untuk tahun depan.

Pria berkumis itu berujar, materi tersebut mirip dengan materi demokrasi yang juga diselipkan pada mapel PKn. Materi pemilu masuk kurikulum karena pemilih pemula sedikit. Setelah ada materi pemilu hingga diimplementasikan dengan mengadakan pemilos seperti pemilu, jumlah pemilih pemula meningkat drastis.

"Saya yakin kecelakaan yang melibatkan usia pelajar bisa menurun,"ucapnya.

Saat ini, tahapan pematangan materi lalu lintas sudah mencapai sosialisasi. Pihak sekolah pun sangat antusias. Apalagi, pematangan materi dikawal oleh Satlantas Polrestabes Semarang. Memasukkan materi lalu lintas tidak mengubah kurikulum. Menurutnya, hal-hal yang bersifat implementatif dalam kehidupan justru perlu dimasukkan dalam pendidikan. Bagaimanapun juga, sarana pembelajaran paling efektif adalah sekolah.

Terpisah, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Santosa menceritakan setiap kali merazia balapan liar, mayoritas yang tertangkap adalah usia pelajar. Saat Razia pun, jajarannya banyak menemukan para pelajar mengendarai sepeda motor sebelum waktunya.

Ia menjelaskan, materi lalu lintas untuk semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Tiap tingkatan mempunyai tahapan pembelajaran masing-masing. "Kalau tingkat SD mungkin tentang pentingnya menggunakan helm dan arti kecelakaan. Biar si anak bisa mengingatkan ortunya saat berkendara," ucapnya.

Lalu, menginjak SMP, materi lalu lintas yang diberikan sekitar rambu-rambu. Usia sekolah menengah atas ( SMA) dengan potensi pemohon SIM banyak. Dipastikan materi Lalu Lintas lebih kompleks. Ia berharap para pelajar bisa jadi pelopor keselamatan lalu lintas. Kemudian, sembari menunggu modul dicetak, ia meminta para guru bisa memberikan pelajaran secara lisan. Para guru harus mengingatkan siswanya terkait lalu lintas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved