Rally Sail Indonesia 2015

Pelayar Asal Jerman Pakai Beskap di Karimunjawa

Kapal-kapal layar itu mulai memenuhi perairan laut di Karimunjawa sejak Selasa (6/10). Mereka di antaranya datang dari Australia, Jerman, Kanada dll

Pelayar Asal Jerman Pakai Beskap di Karimunjawa
Tribun Jateng Cetak
RAIL SAIL KARIMUNJAWA 

JEPARA, TRIBUNJATENG.COM -- Sebanyak 53 kapal penjelajah (yacht) merapat di dermaga Karimunjawa. Mereka merupakan peserta Rally Sail Indonesia 2015 yang datang dari berbagai penjuru dunia.

"Karimunjawa merupakan pemberhentian ke 14 dari 20 destinasi di Indonesia yang kami tetapkan," ungkap Raymond Timotius Lesmana, koordinator Rally Sail Indonesia, Kamis (7/10).

Kapal-kapal layar itu mulai memenuhi perairan laut di Karimunjawa sejak Selasa (6/10). Mereka di antaranya datang dari Australia, Jerman, Kanada, Amerika, Inggris, Belanda, Perancis, Swiss, Italy, dan Meksiko.

Jumlah mereka pun terus bertambah hingga Jumat (9/10) besok. Sebelumnya, mereka mengarungi samudera dan singgah di beberapa tempat di antaranya Alor, Wakatobi, Buton, Takabonerate, Lombok serta Bali.

Sesampai di perairan Karimunjawa, satu per satu kapten kapal menurunkan layar dan mengajak awak kapal menikmati kawasan Balai Taman Nasional (BTN) tersebut. Ada yang datang berpasangan, ada pula keluarga yang membawa anak-anak mereka yang masih belia.

"Rata-rata mereka adalah pensiunan yang memang suka laut dan pengen revival. Tapi, ada juga pelaut keluarga dan masih muda," imbuh Raymond.

Raymond mengatakan, Indonesia menjadi dambaan yacht dunia. Bukan saja perairan tenang yang ditawarkan, keindahan alam dan keramahan warga menyambut para penakluk samudera itu yang membuat mereka selalu ingin datang ke Indonesia.

Itu sebabnya, peserta Rally Sail Indonesia yang dimulai 2003 itu meningkat dari tahun ke tahun. Titik Rally yang di awal penyelenggaraan hanya tiga lokasi, ditambah setiap tahunnya.

"Tahun lalu, pesertanya 23 yacht. Tahun ini naik menjadi 53 yacht. Mudah-mudahan, tahun depan bertambah lagi. Rute singgah juga terus berkembang. Total ada 103 titik singgah selama Rally Sail Indonesia ini digelar," jelasnya.

Di Karimun, para penjelajah laut itu disuguhi beragam makanan khas daerah. Ada pula stand keris untuk mengenalkan budaya Jawa Tengah. Rabu (7/10) malam, panitia Rally Sail Indonesia menyambut tamu-tamu tersebut dalam gala dinner.

Yang menarik, di jamuan makan malam itu, para pelaut memakai busana tradisional Jawa Tengah. Untuk pria memakai beskap dan wanita memakai kebaya.

"Sudah 14 tahun kami berlayar. Anak-anak kami juga ikut, mereka tetap sekolah lewat program homeschooling. Kami sangat menikmati," ujar seorang pelayar asal Jerman mengenakan beskap saat acara jamuan makan malam.

Dari Karimunjawa, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Kumai, Ketapang, Karimata, Belitung dan Tanjungpinang. Ketapang dan Karimata merupakan titik singgah baru yang dibuka tahun ini. (*)

Tags
Travelling
Penulis: rika irawati
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved