Breaking News:

Ini Dia 4 Poin Perdamaian Usulan KSP Intidana

KSP Intidana Usulkan 4 Poin Perdamaian

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN Koperasi Simpan Pinjam INTIDANA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana menawarkan 4 poin perdamaian atas gugatan penagihan dana simpanan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh anggotanya. Pembacaan poin perdamaian dilakukan dalam sidang yang digelar di PN Semarang, Senin (12/10/2015).

Sidang pembacaan poin usulan perdamaian tersebut dilakukan oleh tim pengurus kreditur di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim Dwiarso Budi Santiarto. Dalam sidang, hadir pula ratusan kreditur atau anggota koperasi yang memiliki simpanan uang.

"Pertama, pengembalian simpanan anggota per nomor rekening dikembalikan dalam jangka waktu 5 tahun tanpa bunga secara bertahap. Yakni meliputi nominal sampai Rp 5 juta akan dibayar penuh mulai bulan ke 13 secara tunai atau transfer ke rekening anggota (kreditur) KSP Intidana," kata seorang pengurus, Dwi Nuryanto Ahmad.

Selain itu, lanjut Dwi, nominal Rp 5,1 juta sampai Rp 10 juta akan dibayar penuh mulai bulan ke 19 secara tunai atau transfer ke rekening anggota (kreditur) KSP Intidana. Selanjutnya, nominal Rp 10,1 juta sampai Rp 25 juta akan dibayar penuh mulai bulan ke 25 secara tunai atau transfer ke rekening anggota (kreditur) KSP Intidana.

"Dilanjut untuk nominal Rp 25,1 juta sampai Rp 50 juta akan dibayar penuh mulai bulan ke 37 secara tunai atau transfer ke rekening anggota. Dan nominal Rp 50,1 juta keatas akan dibayar penuh mulai bulan ke 61 secara tunai atau transfer," imbuhnya.

Untuk point kedua, anggota tim pengurus, Wenang Notobuono mengatakan, KSP Intidana akan melakukan penjualan asset dari pinjaman yang telah dikuasai dalam waktu 12 bulan secara tunai guna kelangsungan jadwal pembayaran yang telah diusulkan.

Sedangkan yang ketiga, lanjutnya, anggota koperasi yang telah mengambil dan membawa asset-asset KSP Intidana dan sertifikat para debitur KSP intidana berkewajiban mengembalikan kepada KSP Intidana guna keperluan penyelesaian upaya perdamaian.

"Point terakhir, apabila terjadi perdamaian KSP intidana segera menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) sebagai organisasi tertinggi koperasi dalam mengambil keputusan untuk menentukan arah kebijakan lembaga KSP Intidana kedepanya," tegas Wenang.

Selain menyampaikan poin usulan perdamaian, dalam sidang tersebut juga diusulkan agar dibentuk tim auditur independen. Pasalnya, terjadi perbedaan selisih dalam penghitungan aset KSP Intidana.

Berdasarkan laporan tim pengurus, menyebutkan hasil verifikasi sementara yang dilakukan pihaknya dana milik 120 ribu anggota KSP Intidana selaku pemohon (kreditur) sebesar Rp 934 miliar. Sedangkan dari sistem KSP Intidana terdapat Rp 927 miliar.

Atas usulan perdamaian tersebut, Kuasa Hukum 50 kreditur (pemohon), Eka Windhiarto mengaku setuju dengan usulan penunjukkan auditur independen sesuai usulan kreditur lainya. Ia berharap hakim pegawas segera menunjuk.

Kuasa hukum KSP Intidana, Retno Kusmardani mengatakan, proposal perdamain diajukan pihaknya kenapa baru dimulai pembayaran tahun 2013 dan lainya sampai bulan ke 61, karena ada berbagai pertimbangan.

"Kantor kami sedang tidak ada investor melainkan ada program recovery, kami nanti akan menjual aset-aset yang tidak konvensional. Kami minta waktu setahun dan pembayaranya semua anggota akan dibayar adil," kata Retno didampingi, Noer Kholis. (*)

Tags
intidana
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved