Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Election

Inilah Kampanye Tiga Calon Wako Semarang

Calon wali kota Semarang nomor urut satu, Soemarmo, menegaskan, untuk kemajuan suatu kota, butuh kerja bersama supaya fungsi lima pilar utama

tribunjateng/dok
FOTO ILUSTRASI 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM - Calon wali kota Semarang nomor urut satu, Soemarmo, menegaskan, untuk kemajuan suatu kota, butuh kerja bersama supaya fungsi lima pilar utama semakin kokoh. Lima pilar utama yang ia maksud adalah pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat umum, dan media massa.

"Kelimanya harus bahu-membahu. Mereka wajib saling mendukung," katanya saat menghadiri seminar kebangsaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, kampus Tembalang, Kota Semarang, baru-baru ini.

Soemarmo juga berpendapat, kemampuan sumber daya manusia yang ada Kota Semarang sudah seharusnya ditingkatkan. Dengan begitu, program pembangunan wilayah dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.

Belum cukup, peningkatan soft skill maupun hard skill, termasuk penguasaan bahasa asing dan informasi teknologi, pun butuh digalakkan. Demikian halnya upaya mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar kian mampu bersaing di tengah pasar global.

Menurut Soemarmo, UMKM perlu didorong melalui pameran dan promosi secara besar-besaran. Birokrasi harus terlibat dalam mendidik para pelaku usaha kecil supaya kemampuan dalam mengelola pemasaran semakin mumpuni.

"Sudah waktunya pemerintah mencarikan jaringan bagi para pelaku UMKM. Memang tidak melulu lewat pameran. Bisa lewat seminar dengan mengundang calon pembeli dari luar negeri," terangnya.
Ia berujar, kini permodalan dan peralatan guna menunjang produksi UMKM masih sangat minim. Untuk mengatasinya, ia berpendapat, pemerintah harus menjadi fasilitator.

Tolak donatur
Tak mau kalah dengan Soemarmo, calon wali kota Semarang Sigit Ibnugroho melakukan temu wicara dengan warga di RW 3, Kelurahan Krapyak, Semarang barat. Kepada calon konstituen, dalam pelaksanaan pilkada kali ini, ia berkomitmen tidak menerima sumbangan dari pihak manapun.

"Saya menghindari politik balas budi. Sebab, bantuan dalam setiap pencalonan, kan, bersifat mengikat," paparnya, Sabtu malam.

Bahkan, apabila terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Semarang, Sigit berkomitmen tidak akan memberlakukan pungutan dalam segala proses perizinan. Jika ada PNS yang melakukan penarikan biaya, Sigit tak segan memberikan sanksi tegas.

"Saya menginginkan pemerintahan yang lebih bermartabat. Semua harus serba mudah dan tanpa pungutan," tegasnya.

Berjoget bersama
Berbeda dengan Soemarmo dan Sigit, calon wali kota Hendrar Prihadi atau Hendi justru menyempatkan diri mendukung komunitas anak muda. Sabtu malam, ia meluangkan waktu menonton Semarang International Ska Festival 2015 di Stadion Tri Lomba Juang, Mugassari.

Hendi berbaur dengan anak-anak muda di depan panggung. Ia mengenakan kaus berwarna hitam bertuliskan "Semarang Ska Festival 2015". Ia berjoget bersama para rude (sebutan untuk para penggemar musik ska, Red).

Sehari sebelum pertunjukkan, Jumat (16/10), Hendi juga menghadiri diskusi bersama legenda musik Ska asal Jamaika, Roy Ellis alias Mr Symarip. "Saya senang melihat kreativitas anak muda Kota semarang. Mereka tidak kalah kreatif dengan kaum muda di kota-kota besar lain," katanya. (ape)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved