Sweet Home

Musala di Tengah Lingkungan Bikin Keluarga Tenang

BAGI Maya, rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga menjadi madrasah bagi keluarga.

Musala di Tengah Lingkungan Bikin Keluarga Tenang
tribun jateng/wahyu sulistiyawan
Maya sengaja membangun musala di dalam rumah sebagai madrasah bagi anak-anaknya. 

BAGI Maya, rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga menjadi madrasah bagi keluarga. Itu sebabnya, dia membangun musala berukuran 2x3 meter persegi di dalam rumah.

Di tempat ini, Maya dan suami, Stenly Hendrico, mengajarkan nilai-nilai agama kepada dua putri mereka yang beranjak dewasa, Zhafira Putri Maharani (15) dan Nindita Putri Nariswari (9).

Maya mengatakan, ruangan khusus untuk ibadah menjadi perhatian pertama saat membangun sisa lahan seluas 15 meter persegi di belakang rumah. Bersama sang suami, wanita kelahiran Blora, 2 Juni 1975 ini mendesain musala yang artistik dengan nuansa islami. Hal tersebut terlihat pada lengkungan dinding di antara tiang, tanpa pintu dan jendela. Musala mungil ini dilengkapi tempat wudhu di teras.

"Selain untuk beribadah anggota keluarga, tamu yang berkunjung pada waktu salat dapat beribadah di sini secara tenang sehingga tidak buru-buru pulang," jelasnya.

Suasana ibadah akan terasa nikmat tatkala hembusan angin merasuk melalui plafon. Maya membuat jarak antara plafon dengan atap rumah lebih luas sehingga sirkulasi udara lancar.

Selain itu, suara gemericik air dari tebing buatan yang beradu gerakan ikan dalam kolam di ruang tengah membuat suasana ibadah jadi tenang. "Kami melakukan salat juga mengaji dalam musala jadi suasana musala memang dibuat nyaman agar anak-anak juga betah," ucap Maya. (dni)

Penulis: dini
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved