Breaking News:

Pencipta Himne Guru Itu Telah Pergi Selamanya

KITA tentu tak asing pada Himne Guru yang selalu dinyanyikan pada Hari Guru tanggal 25 November itu. Pencipta lagu tersebut, Sartono (79), tutup usia

Editor: rustam aji
Pencipta Himne Guru Itu Telah Pergi Selamanya
ANTARA FOTO/Siswowidodo
Sejumlah orang mengusung peti jenazah pencipta Hymne Guru (Pahlawan Tanpa Tanda Jasa), Sartono (79) dari rumah duka menuju makam di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (1/11). Sartono meninggal setelah menderita sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit selama 13 hari.

KITA tentu tak asing pada Himne Guru yang selalu dinyanyikan pada Hari Guru tanggal 25 November itu. Pencipta lagu tersebut, Sartono (79), tutup usia dengan tenang, Minggu (1/11).

Sartono mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, sekitar pukul 12.40 WIB. Dia meninggal karena mengalami komplikasi, di antaranya gejala stroke, jantung, kencing manis, dan penyumbatan pembuluh darah di otak. "Saya menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga jasa dan amal Almarhum dicatat sebagai amal kebaikan oleh Tuhan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Minggu (1/11).

Saat Sartono dirawat di RSUD Madiun, Anies mengutus Inspektur Jenderal Kemendikbud Daryanto untuk membesuk dan membantu keluarganya pada Sabtu (31/11). Saat itu Anies di tengah kunjungan kerja mendampingi Presiden Jokowi untuk meninjau daerah-daerah terdampak kebakaran hutan. "Pak Sartono dengan lagu gubahannya, Himne Guru, membuat banyak orang terinspirasi untuk tidak saja menghormati guru-guru kita, tetapi juga memuliakan para guru. Kita semua kehilangan beliau," tutur Anies.

Hari Minggu sekitar jam 18.30, jenazah Sartono dimakamkan. Almarhum yang semasa hidupnya mengabdi sebagai guru seni musik di SMP Katolik Santo Bernardus, Jl A Yani, Kota Madiun, ini sebelum meninggal sempat dirawat intensif di ruang VIP Cendana 10, RSUD Kota Madiun, selama sembilan hari. Kemudian dipindah ke ruang Intensive Care Unit (ICU) selama tiga hari, karena kondisinya terus menurun dan koma.

Jenazah pensiunan guru yang banyak mendapat penghargaan dari pemerintah itu disemayamkan di rumah duka Jalan Halmahera 98, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Saat mengembuskan nafas terakhirnya didampingi sang istri Ny Damiati. “Pak Sartono meninggal dunia tadi siang pukul 12.50, setelah proses administrasi selesai langsung dibawa ke rumah duka,” jelas Kepala Perawat RSUD Kota Madiun Atri Laksono.

Dikatakan Atri Laksono, Sartono mengidap penyakit komplikasi seperti penyumbatan darah di otak, darah tinggi hingga diabetes. “Pak Sartono juga punya riwayat sakit stroke, kondisinya makin menurun sejak Sabtu (31/10) sore lalu. Mulai dari cara mata berkedip, kemampuan komunikasi verbal nol dan tensi darah sempat menurun. Beliau masuk RSUD sejak 20 Oktober lalu,” kata Atri.

Sementara menurut Ny Damiati, istri almarhum, Sartono sebelum masuk ICU RSUD Kota Madiun, sempat membisikinya, dan mengucapkan terima kasih telah mendampingi. "Bapak (alm Sartono) sempat berbisik, mengucapkan terima kasih, saya telah mendampingi. Setelah itu Bapak, tidak sadarkan diri," kata Ny Damiati.

Di rumah duka Jalan Halmahera, karangan bunga terus berdatangan, termasuk dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Menurut Ny Damiati detik-detik meninggalnya sang suami sangat mudah, meski tim medis sempat memasang alat pemacu jantung beberapa kali. Sampai akhirnya tim medis melepas semua peralatan medis yang menempel. “Bapak, Oktober lalu, sempat terjatuh dari ranjang. Selang dua hari merasakan nyeri di lengan kirinya dan setelah itu nafsu makannya menurun drastis,” katanya.

Dalam lagu Himne Guru, Sartono mengungkapkan kekaguman dan pujiannya kepada para pendidik yang tanpa pamrih, bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa. Selain Himne Guru yang monumental itu, Sartono juga menghasilkan delapan lagu bertema pendidikan. Perhatiannya yang demikian serius dalam dunia pendidikan dan pengabdiannya sebagai guru pernah membuahkan penghargaan dari Mendikbud Yahya A Muhaimin dan penghargaan Dirjen Pendidikan, Soedardji Darmodihardjo. (surya/tyo/tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved