Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kreatif, Dua Siswi Tegal Ini Menyulap Eceng Gondok Jadi Kertas

Kreatif, Dua Siswi Tegal Ini Menyulap Eceng Gondok Jadi Kertas

Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/FAJAR EKO NUGROHO
Kreatif, Dua Siswi Tegal Ini Menyulap Eceng Gondok Jadi Kertas. BIKIN KERTAS- Dua siswi SMPN 1 Slawi, Veramita Angel M dan Windy Kulsum menunjukkan kertas hasil olahan dari eceng gondok, Selasa (3/11). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dua siswi SMP Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal berhasil mengolah tumbuhan eceng gondok dan serat alami menjadi kertas tulis ataupun kertas untuk bahan kreasi seni kerajinan.

Adalah Veramita Angel M (13) dan Windy Kulsum (13) siswi kelas VIII SMPN 1 Slawi yang mempunyai ide kreatif. Karyanya pun berhasil menyabet juara I Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2015 Kabupaten Tegal. Karya cemerlang mereka juga ikut berpartisipasi dan masih menunggu pengumuman pemenang dalam ajang Lomba Penilitian Ilmiah Remaja (LPIR) Tingkat Nasional..

ECENG GONDOK

Menurut Veramita, ide mengolah eceng gondok dan serat alami muncul saat ia dan Windy masih duduk di bangku kelas VII. Saat itu, mereka mengikuti mata pelajaran praktikum laboratorium Biologi dan mendapatkan materi pembelajaran tentang manfaat tanaman eceng gondok. Selain memiliki serat alami yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan tangan, eceng gondok juga dapat digunakan sebagai bahan membuat kertas alami. "Namun baru ikut dilombakan tahun ini dan berhasil menang," ujar Veramita saat ditemui di sekolahnya, Selasa (3/11).

Sebelum meracik bahan utama batang eceng gondok, ia telah melakukan pencarian literatur di Google terkait kandungan-kandungan serat alami, beserta bahan campuran lainnya untuk diolah menjadi kertas. Bahan-bahan campuran itu merupakan sisa-sisa dari sampah organik seperti pelepah pisang dan jagung yang kemudian dicampur dengan asam sitrat. “Perbandingannya 1:1 untuk mendapatkan pasta,” jelasnya.

Proses pembuatan pun cukup sederhana. Bahan eceng gondok, kulit jagung, pelepah pisang dihaluskan dengan menggunakan blender lalu dimasukan baskom dan diberi sedikit cairan kimia asam sitrat. Cairan itu berfungsi untuk menghilangkan senyawa pada tanaman eceng gondok, pelepah pisang dan kulit jagung.

Setelah diaduk hingga merata, kemudian campuran dalam bentuk pasta itu diperas menggunakan screen sablon. Hasil dari pemerasan berupa cetakan di atas screen sablon itu kemudian dipindah dan diletakan di atas kertas minyak. Setelah itu, tahap terakhir setelah kertas dibentuk kemudian dikeringkan ataupun dijemur di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih 24 jam atau sampai benar-benar kering. "Pembuatannya sederhana dan tidak terlalu mengeluarkan biaya mahal,"jelasnya.

ECENG GONDOK JADI KERTAS

Veramita mengungkapkan, ide membuat kertas dari eceng gondok bermula dari keprihatinan mereka terkait dengan eksploitasi kayu sebagai bahan utama kertas. " Kami prihatin dengan ekploitasi kayu untuk pembuatan kertas. Kalau terus menerus maka kayu akan habis. Makanya kami berpikir bagaimana membuat kertas dengan bahan dasar pengganti kayu," jelasnya.

‎Guru pembimbing SMPN I Slawi, Suci Nur Arisqi mengaku sangat mengapresiasi inovasi para siswanya. Sebagai guru Biologi, ia berjanji terus memberikan motivasi dan dukungan. "Kami memberikan fasilitas untuk mengembangkan ide-ide siswa. Kami berharap ide anak didik kami bisa menjadi motivasi para siswa lainya di seluruh Indonesia," ungkapnya. Suci menegaskan, kertas hasil karya anak didiknya masih berupa karya ilmiah dan belum untuk diproduksi sebagai kertas tulis secara massal. ‎(tribunjateng/fajar eko nugroho)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved