Batik Air Tergelincir di Yogyakarta

Rektor Langsung Selfie setelah Keluar Pesawat

Rektor Perbanas Marsudi Wahyu Kisworo langsung foto bersama sejumlah stafnya, seusai menginjakkan kaki kembali di tanah.

Rektor Langsung Selfie setelah Keluar Pesawat - ini-kesaksian-marsudi-penumpang-batik-air-tergelincir-di-yogyakarta_20151106_203441.jpg
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO/ist
Ini Kesaksian Marsudi Penumpang Batik Air Tergelincir di Yogyakarta. Dia langsung foto bersama sebagai bukti bahwa mereka semua selamat dan sehat, Jumat 6 November 2015
Rektor Langsung Selfie setelah Keluar Pesawat - evakuasi-penumpang-batik-air-yang-tergelincir-di-jogja_20151106_164641.jpg
TRIBUNJATENG/DANIEL/IST
BATIK AIR- Proses evakuasi Batik Air yang tergelincir di Jogjakarta, Jumat 6 November 2015, sore.

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Rektor Perbanas Marsudi Wahyu Kisworo langsung foto bersama sejumlah stafnya, seusai menginjakkan kaki kembali di tanah. Di foto, tampak senyuman lepas menghias wajah mereka, berlatarbelakang pesawat Batik Air.

Marsudi merupakan satu di antara 160 penumpang Batik Air yang tergelincir di runway 27 Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta, Jumat (6/11) pukul 14.55 WIB.

"Kami sengaja foto bersama untuk mengabarkan bahwa kami selamat dari insiden dan dalam kondisi sehat," kata Rektor Perbanas itu.

Sebelum pesawat mendarat, Marsudi mengaku tidak berfirasat buruk. Ia mengatakan proses pendaratan berjalan normal.

"Sampai ban pesawat menyentuh aspal runway, semua berjalan sewajarnya. Tiba-tiba saya mendengar suara cit cit cit cit, seperti suara pengereman kendaraan yang berusaha menghentikan lajunya," papar Marsudi, yang waktu itu duduk di bagian depan, sisi kanan.

Sontak, sejumlah penumpang pun berteriak sekencang-kencangnya. Beberapa pramugari mencoba meredam kepanikan penumpang.

Teriakan para penumpang pun kembali terdengar, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Pesawat tiba-tiba berbelok ke arah kiri, menuju area rerumputan, kemudian berhenti.

"Kalau pilot tidak membelokkan ke arah kiri, maka pesawat bisa masuk ke sungai. Dampak bisa semakin parah," ujarnya.

Sebanyak 161 penumpang pesawat jenis Boeing 737-800NG yang dipiloti oleh Capten Oscar Mirza dan co pilot Dana Aviantara itu berebut ke pintu keluar pesawat.

Jasmaniah (50) warga Yogyakarta, yang menjadi salah satu penumpang pesawat berlogo ciri khas batik tersebut menjelaskan, saat pesawat berhenti, penumpang langsung panik.

Terjadi guncangan cukup kuat saat proses pendaratan. Keterangan jasmaniah tersebut diperoleh Tribun Jogja melalui Adhitya, anaknya yang menjemputnya di rumah RSAU Hardjolukito.

"Waktu itu saya ditelepon jam tiga lebih. Ibu mengatakan ada di rumah sakit dan menjelaskan pesawatnya tergelincir. Langsung saya panik, dan menjemput ke Rumah sakit," ujar Adhit.(*)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved