Tim Evakuasi Angkat Batik Air Pakai Balon Udara, Perut Pesawat Berlubang

Tim Evakuasi Angkat Batik Air Pakai Balon Udara, Perut Pesawat Berlubang

Tim Evakuasi Angkat Batik Air Pakai Balon Udara, Perut Pesawat Berlubang
Tribun Medan
Batik Air tergelincir 

TRIBUNJATENG.COM - Pesawat Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta yang tergelincir di Bandara Adisutjipto telah selesai dievakuasi, Sabtu (7/11) pukul 05.00 WIB. Bagian perut pesawat berlubang.

"Bolongnya tidak terlalu besar, pas sebesar roda saja. Kondisi pesawat cukup baik," kata Direktur Pengembangan Bisnis Lion Grup, Daniel Putut Kuncoro Adi, Sabtu (7/11) malam.
Daniel juga sempat menunjukkan foto kondisi pesawat serta bagian perut pesawat yang berlubang. Meski dari foto tak terlalu jelas, Daniel menyebut lubang itu tampak berada di bagian belakang roda.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menjelaskan proses evakuasi Batik Air berjalan sukses. "Terdapat 60 personel tim gabungan dan 10 air bag (balon udara) yang digunakan untuk mengangkat bagian depan pesawat. Setelah dianalisa, diketahui bahwa nose wheel masih bisa berfungsi meski kondisinya tertekuk. Mulai ditarik dan bergerak pesawat pada pukul 04.40 WIB. Sampai di posisi yang diinginkan hanya 20 menit. Semua lancar," kata Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Daniel Putut menggambarkan kondisi pesawat terakhir. "Yang tampak secara visual, roda terlihat seperti patah, tapi ketika kita coba proses pengangkatan badan pesawat depan, bisa dilihat ternyata roda terlihat ke belakang, masih utuh," urainya.

Roda di bagian depan pesawat ini tersangkut di badan pesawat. Akibat insiden ini, kata Daniel, perut pesawat berlubang. "Ada bolongan di bawah perut pesawat. Tapi berkat bantuan semua pihak, evakuasi bisa berjalan lancar," tutur Daniel.

Pascainsiden, rute Batik Air Cengkareng-Yogyakarta telah dibekukan oleh Kemenhub. Pihak Lion Group pun menyatakan siap memindahkan penumpang yang telah memiliki tiket ke pesawat lain. "Kami tawarkan apakah bersedia dipindahkan ke pesawat kami lainnya, Lion Air," ujar Daniel. "Tentunya karena perbedaan harga, akan kami kembalikan sisa uangnya," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengajukan ekstra flight pesawat untuk mengangkut penumpang Batik Air yang rutenya telah dibekukan. Terutama saat weekend, Daniel menilai akan banyak kebutuhan penerbangan. "Terutama ini weekend, akan banyak penumpang," kata Daniel.

Kotak Hitam atau Black Box pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan 6380 yang tergelincir di bandara Adi Sucipto Yogyakarta sudah dibawa oleh pihak KNKT. Nur Cahyo Utomo, Investigator KNKT, mengumumkan bahwa pihaknya masih belum melakukan pemeriksaan black box maupun yang lainnya. Black box tersebut baru akan dibawa dan diproses untuk dilakukan pemeriksaan di Jakarta pada Minggu (8/11).

"Kesimpulan untuk kejadian ini masih jauh. Black box akan diperiksa di Jakarta. Kami pun masih harus memeriksa dan melihat lokasi kejadian, kondisi pesawat, mengumpulkan data-data cuaca, landasan dan lainnya," ujar Cahyo

Sementara itu, kondisi Furiana, seorang penumpang Batik Air yang tergelincir di Bandara Adi Sucipto masih mengalami syock. Rubianto salah seorang rekan dari suami korban, menuturkan saat ini korban masih terbaring di ruang rawat inap di RS Harjolukito. "Kalau istrinya belum bisa (diajak berkomonikasi), tadi masih tidur. Saya ngobrol sama suaminya saja, Pak Buyung," terangnya seusai keluar dari ruangan tempat korban dirawat di RS Harjolukito, Sabtu.

Dari keterangan suami korban, ia menjelaskan, kedatangan korban ke Yogyakarta sebenarnya untuk berobat. Rencananya korban bersama keluarga juga akan berpindah tempat tinggal dari Jayapura Papua ke Yogyakarta.(tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved