Seniman Semarang Surati Jokowi agar Presiden Segera Menetapkan Hari Wayang Nasional
Seniman Semarang ingin Jokowi menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang
Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pentas Wayang Kulit Orang Kelir hasil inovasi Sanggar Seni Amerta Laksita Semarang dilangsungkan di Wisma Perdamaian pada tanggal 7 November. Acara merupakan bagian dari kegiatan Seminar Wayang.
Ternyata, pertunjukan tersebut memiliki misi khusus untuk menetapkan tanggal 7 November sebagai hari Wayang Nasional.
Adhi Yoga Utama, sebagai ketua Seminar Wayang dalam keterangan tertulisnya menyampaikan dalam kegiatan itu juga menyiapkan surat permohonan kepada Presiden RI untuk menetapkan Hari Wayang Nasional.
"Surat itu ditandatangani juga oleh Gubernur yang datang membuka seminar wayang, selain itu juga Drs Solichin yang menerima penghargaan Unesco hingga Suparmin Sunjoyo ketua Umum Senawangi," terang Adhi.
Dalam kegiatan Seminar Wayang yang selama sehari itu ia menjelaskan tidak hanya penyampaian materi kepada mahasiswa Undip, Upgris, dan Unnes yang menjadi peserta. Berbagai pertunjukan kreasi wayang juga ditampilkan.
"Selain Wayang Kulit Wong Kelir, ada juga Tari Dawet Ayu, Wayang Kulit Bocah, Hingga pagelaran Wayang pada malam harinya," imbuhnya.
Adhi menjelaskan, menurutunya Wayang adalah kesenian yang menurutnya sangat berharga karena diperkirakan sudah ada ketika Prabu Airlangga memimpin Kahuripan di tahun 976. Dengan adanya seminar ini ia ingin mengingatkan kembali warga Indonesia tentang kesenian asli bangsanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pentas-wayang-subokarti_20151103_204943.jpg)