Pilkada Serentak di Jateng

Surat Suara Pilkada Demak Sudah Mulai Dicetak di PT Pura Kudus

Ditemukan sejumlah surat suara tidak sesuai contoh usai dicetak

Surat Suara Pilkada Demak Sudah Mulai Dicetak di PT Pura Kudus
TRIBUNJATENG/DOK
SURAT SUARA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Surat suara Pilkada 2015 Kabupaten Demak, Jawa Tengah sudah mulai dicetak di PT Pura Kudus. Rencananya, surat suara tersebut akan dikirim kepada KPU Kabupaten Demak pada 18 November.

"Surat suara sudah mulai dicetak tadi malam sekitar pukul 21.30 WIB di PT Pura Kudus. Jumlah surat suara yaitu total jumlah DPT sebanyak 858.300 ditambah 2,5% dan ada tambahan untuk surat suara cadangan pemilu ulang sebanyak 2.000, " terang Ketua KPU Kabupaten Demak, Mahmudi kepada Tribun Jateng, Minggu (15/11/2015).

Total jumlah akhir DPT di Kabupaten Demak adalah 858.300 dari 1757 TPS. Jumlah DPT terhitung terus mengalami perubahan setelah melalui serangkaian proses pemeliharaan DPT.

Mahmudi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan ratusan tenaga yang ditugaskan untuk penyortiran dan pelipatan surat suara. Sedikitnya 100 orang yang merupakan warga setempat diberdayakan untuk menyortir dan melipat surat suara selama dua hari.

" Sebenarnya dari PT Pura juga bisa melakukan pensortiran dan pelipatan. Tapi kami berdayakan masyarakat setempat. Setelah surat suara datang, dua harinya akan kami lakukan penyortiran dan pelipatan. Maksimal dua hari selesai penyortiran dan pelipatan, " ungkap Mahmudi.

Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Demak, Khoirul Saleh, menuturkan, pihaknya juga melakukan pendampingan menyoal percetakan surat suara di PT Pura. Semalam, Panwaslu menemukan percetakan surat suara oleh PT Pura tidak sesuai dengan sample yang dimaksud.

Karena dikhawatirkan akan menganggu pada proses pencoblosan nanti, maka Panwaslu langsung menegur PT Pura untuk memperbaiki.

"Semalam kami temukan sejumlah surat suara warnanya kurang terang. Seperti warna pada pakaian paslon dan juga logo Kabupaten Demak terlihat berbeda dengan contoh. Kami langsung sampaikan dan diperbaiki. Surat suara ini penting, jadi harus maksimal jadinya. Sekali salah desain, bisa berbahaya. Masyarakat bisa kebingungan waktu mencoblos, " tegas Khoirul.

Khoirul menambahkan, Panwaslu telah selesai membentuk pengawas TPS. Pengawas TPS berjumlah 1757 orang ini baru kali pertama dibentuk pada Pilkada di Indonesia.

" Setiap TPS ada satu orang pengawas. Ini baru perdana dan mereka bertugas mengawasi pemungutan dan penghitungan suara. Harapannya apapun itu permasalahan dapat diselesaikan di tingkat TPS, " pungkas Khoirul. (*)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved