Terjadi Perubahan Tren Orang yang Berwisata ke Kabupaten Semarang
Telah terjadi perubahan tren ketika sejumlah orang berwisata ke Kabupaten Semarang.
Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Semarang Partono menilai apabila memang sudah waktunya dalam hal menggaet lebih banyak lagi pihak investor ke Kabupaten Semarang, perlu mengemas atau mengintegritaskan antara perindustrian dengan kepariwisataan.
“Sama seperti yang disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Semarang Sujarwanto Dwiatmoko beberapa waktu lalu, yang berkeinginan dan mendorong seluruh stakeholder untuk mengonsep kawasan industri berbasis pariwisata. Itu kami rasa bisa untuk dilaksanakan di wilayah ini terutama disentralkan di Bawen,” kata Partono kepada Tribun Jateng, Senin (16/11/2015).
Menurutnya, penilaian itu berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya beberapa tahun terakhir. Baginya telah terjadi perubahan tren ketika sejumlah orang berwisata ke Kabupaten Semarang. Mereka tidak sekadar butuh wisata yang bersifat natural (wisata alam), tetapi juga ada yang bisa dikunjungi dan bersifat edukasi.
“Dan yang menurut kami cocok untuk itu adalah sejumlah industri di Kabupaten Semarang yang tidak sekadar memproduksi sebuah produk, tetapi juga membuka diri untuk orang lain dapat melihat proses produksi yang dilaksanakan. Ternyata wisatawan baik lokal maupun mancanegara juga butuh itu,” ujarnya.
Partono menjelaskan, seyogyanya pula ada sinergi baik antara Pemkab Semarang dengan sejumlah industri skala besar hingga menengah yang terwadahi di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk dapat bersama-sama menggeliatkan serta menggenjot jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang.
“Apalagi dengan adanya konsep itu, kami yakin jika Kabupaten Semarang semakin dilirik oleh siapapu. Tidak hanya wisatawan yang haus untuk refreshing, tetapi juga pihak investor untuk berinvestasi di sini. Tak dimungkiri jika geliat wisata industri semakin berkembang. Di sini hanya baru beberapa industri, padahal ada puluhan yang sebenarnya bisa seperti itu,” jelasnya.
BACA: Data Kapal Pesiar masuk Semarang.
Beberapa industri yang selama ini sudah membuka diri, lanjutnya, seperti PT Biscuit Nissin Indonesia di Ungaran, PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul di Bergas, PT Coca Cola Amatil Indonesia di Bawen, PT Cimory on the Valley di Bawen, dan PT Apac Inti Corpora di Bawen. Melalui konsep wisata yang mereka berikan, pengunjung memperoleh cakrawala baru terhadap produk yang dipasarkan selama ini.
“Kabupaten Semarang sangat banyak, tetapi bisa tidaknya, atau mau tidaknya itu tergantung pada tiap kebijakan manajemen perusahaan. Kami tidak bisa memaksa, hanya sekadar mendorong. Harapannya ya mereka mau dan membuka diri untuk dapat dikunjungi. Selain wisata industri, potensi lain yang menjadi kewenangan kami dan sedang dikembangkan adalah Desa Wisata,” paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ada-21-lokasi-favorit-wisata-di-kabupaten-semarang-ini-dia_20150708_164230.jpg)