Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peziarah Asal Jateng ke Iran Bantah Ditangkap di Malaysia

Hertasning Ichlas mengatakan, tidak ada penangkapan maupun penahanan pihak peziarah oleh Polisi Diraja Malaysia

1001libraries
The Central Library of Astan Quds Razavi di Mashhad Iran 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Sebanyak 36 warga Jawa tengah yang berniat melakukan wisata dan ziarah ke Iran akhirnya bisa melanjutkan perjalanannya. Seperti diberitakan sebelumnya, mereka sempat diperiksa oleh aparat Pemerintah Malaysia saat transit di kuala Lumpur.

Ketua Rombongan Peziarah Jawa Tengah, Syaref Zaki Aldjuffri melalui kuasa hukumnya, Hertasning Ichlas mengatakan, tidak ada penangkapan maupun penahanan pihak peziarah oleh Polisi Diraja Malaysia di Bandara Kualalumpur, beberapa waktu lalu.

"Rombongan memang transit di Bandara Kualalumpur, kurang lebih selama tiga jam. Ada yang ngopi, ada yang bersantai di bandara, maupun sekadar jalan-jalan di sekitar wilayah bandara. Jadi tidak ada itu istilahnya mereka ditahan. Mohon dikoreksi sebagai informasi publik," kata Hertasning saat dihubungi Tribun Jateng melalui sambungan telepon, Kamis (19/11).

Hertasning pun menceritakan kronologi yang dialami para peziarah sebelum pemberangkatan menuju Iran. Menurutnya saat rombongan berangkat melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, sempat mendapat hambatan dari petugas imigrasi.

"Rombongan sempat ditanya dan diberi imbauan oleh pihak imigrasi. Setelah semua dokumen diketahui, data diberikan, dan tujuan dipastikan, kami diizinkan untuk berangkat melakukan kunjungan ziarah ke Iran dan Irak," tuturnya.

Hertasning juga tegas menampik dugaan keberangkatan rombongan peziarah itu ke Suriah bertujuan untuk bergabung kelompok ISIS.

"Sebenar-benarnya tujuan kami adalah untuk melakukan ziarah ke beberapa kota di Iran dan Irak untuk ibadah dan wisata," kata Hertasning.

Hingga kemarin, rombongan peziarah asal Jateng ini sudah tiba di Mashad, Iran. Menurut rencana, para peziarah akan kembali ke Indonesia tanggal 6 Desember 2015.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait dengan ISIS.

"Jangan khawatir, kami kerja serius tentang itu," ujar Luhut di Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin. Luhut mengatakan, belum ada indikasi Indonesia menjadi target serangan ISIS.

Meski demikian, ia mengatakan pemerintah tetap mengantisipasi setiap potensi sekecil apapun.

"Sampai sekarang kami belum dapat indikasi Indonesia jadi target ISIS. Mereka lakukan operasi di Timur Tengah dan Eropa. Kami bersyukur kami masih secara ketat lakukan monitoring," ucap Luhut.

Luhut mengatakan, siang ini pihaknya akan menggelar rapat terkait isu tersebut. "Setelah ini kami akan rapat soal itu, itu yang kami bicarakan juga di Australia," ucap Luhut.

Hanya ingin berziarah

Polisi juga memastikan bahwa kunjungan 36 warga Jateng ke Rian adalah murni berziarah. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengatakan, ke-36 warga Jateng itu telah melanjutkan perjalanan ke Iran. "Sudah melanjutkan perjalanan ke Iran," kata Gagas kepada Tribun Jateng, kemarin.

Gagas mengatakan, sebelumnya ke-36 warga Jateng itu diperiksa oleh pihak otoritas Malaysia lantaran hendak berangkat ke Iran. Otoritas Malaysia yang beberapa pekan terakhir gencar melakukan operasi intelijen, mencurigai rombongan itu hendak bergabung dengan ISIS.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh otoritas Malaysia dan KBRI, diketahui ke 36 warga Jateng itu sama sekali tak terkait ISIS, dan benar-benar hendak berziarah ke Iran.

"Sudah diperiksa, dan tidak ada indikasi mengarah ke ISIS. Mereka hanya mau berziarah," kata Gagas. (Dna/lyz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved