Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wanita Simpanan Ini Peras Direktur Asal Taiwan Rp 10 Miliar dengan Modus Diperkosa

Belasan orang yang dipimpin oleh Novi (35) kedapatan memeras Direktur PT Yang Mandiri Utama Sukses, Yuan Ming Hsi, di Hotel Cibubur Inn

Tayang:
Editor: rustam aji
Wanita Simpanan Ini Peras Direktur Asal Taiwan Rp 10 Miliar dengan Modus Diperkosa - wanita-simpanan-1_20151121_201938.jpg
Andri Donnal Putera
Delapan tersangka yang membuat skenario untuk memeras Yuan Ming Hsi, Warga Negara Taiwan yang menjabat sebagai Direktur PT Yang Mandiri Utama Sukses, sebuah perusahaan besi di Gunung Putri, Bogor. Foto diambil saat rilis pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya, Sabtu (21/11/2015).
Wanita Simpanan Ini Peras Direktur Asal Taiwan Rp 10 Miliar dengan Modus Diperkosa - wanita-simpanan-2_20151121_202103.jpg
Andri Donnal Putera/ KOMPAS.com
Novi (35), otak dari komplotan pemeras Yuan Ming Hsi, direktur asal Taiwan, dengan bersemangat berbicara alasan dirinya mau memeras Yuan sebesar Rp 10 miliar saat rilis pengungkapan kasusnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (21/11/2015).

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Belasan orang yang dipimpin oleh Novi (35) kedapatan memeras Direktur PT Yang Mandiri Utama Sukses, Yuan Ming Hsi, di Hotel Cibubur Inn, 27 Oktober 2015 lalu.

Pria asal Taiwan itu dijebak dengan skenario Novi yang dilecehkan kemudian ada oknum petugas imigrasi dan wartawan menggerebek tempat itu pada saat bersamaan.

"Para tersangka ini mengancam akan lapor ke istri korban kalau tidak mau kasih imbalan Rp 10 miliar. Karena tidak punya pilihan, korban setuju dan memberikan uang Rp 2 miliar terlebih dahulu. Padahal, itu semua skenario besar yang diotaki oleh Novi untuk memeras korban," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi kepada pewarta, Sabtu (21/11/2015).

Adapun saat kejadian, menurut pengakuan Novi, dia bersama Yuan akan berhubungan intim. Namun, Novi yang sudah memancing tiba-tiba menolak hubungan intim hingga Yuan terkesan memaksakan kehendaknya kepada Novi.

Novi yang berpura-pura shock membuat Yuan merasa bersalah. Tidak lama setelah itu, kamar tempat mereka berdiam digerebek oleh tersangka lain yang memainkan perannya masing-masing. Ada yang berpura-pura sebagai anggota Mabes Polri, wartawan, fotografer, dan juga melibatkan oknum pegawai kantor imigrasi.

Di sana, Yuan diancam agar bersedia membayar Rp 10 miliar sebagai uang tutup mulut. Yuan membayar Rp 2 miliar terlebih dahulu dan menjanjikan Rp 8 miliar untuk diberikan kemudian.

Namun, Yuan melaporkan peristiwa ini ke polisi. Lalu bersama polisi, Yuan menjebak tersangka yang akan mencairkan uang Rp 8 miliar di kawasan Cibubur.

Dari pengakuannya, Novi sudah memiliki hubungan terselubung dengan Yuan sejak tahun 2008. Novi sengaja menjebak dan memeras Yuan atas dasar sakit hati.

Delapan orang tersangka, termasuk Novi, ditangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (20/11/2015). Mereka adalah Yoga (31) sebagai polisi gadungan, Rizky (23) sebagai fotografer yang mengabadikan momen penggerebekan.

Tersangka lain, Aji (29) oknum pegawai kantor imigrasi, Deni (36) oknum pegawai Kemenkum HAM, Minggus (51) dan Boyke (70) selaku oknum wartawan Majalah Pembaharu, dan Sangaji (39) yang membantu mencairkan kiriman uang pertama sebesar Rp 2 miliar.

Masih ada tiga orang DPO atas nama Metrio, Sandra, dan Robert yang masih dalam pengejaran kepolisian. Atas tindakannya, para tersangka dijerat Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Cengar-cengir

Selama pengungkapan kasus pemerasan di Mapolda Metro Jaya, salah satu tersangka yang juga otak kejahatan, Novi (35), malah lebih sering menatap ke awak media sambil tersenyum.

Padahal, tujuh tersangka lain yang diamankan semuanya menundukkan kepala dan menutupi wajah dengan kemeja oranye khas tahanan Polda Metro.

Selama konferensi pers yang dipimpin Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi, Novi tak tampak malu.

Sebaliknya, dia senang saat kamera berkali-kali diarahkan kepada dirinya.

Pada akhir dari penjelasan Eko soal kasus itu, beberapa pewarta meminta izin untuk bertanya kepada Novi. Eko pun mempersilakan Novi untuk bicara menggunakan microphone miliknya.

Dengan tangan yang masih diborgol, Novi bicara dengan singkat dan suara agak kencang soal alasannya menjebak dan memeras Yuan, pengusaha asal Taiwan.

"Saya sakit hati. Dijanjiin mau dibeliin Mercy, BMW, mau dikasih Rp 100 juta dolar, sampai sekarang, enggak ada semuanya. Saya juga janji mau dinikahin dari tahun 2008, tapi semuanya bohong," kata Novi.

"Dia (Yuan) sudah hamilin saya tiga kali dan tiga kali juga saya keguguran," tutur Novi lagi.

Eko memotong kesempatan Novi berbicara sampai di sana. Namun, dari tempatnya berdiri, Novi terlihat seperti masih mau berbicara, dengan melihat microphone yang dipakai oleh Eko.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved