Arwani Thomafi: Kampanye Hitam Tak Akan Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Arwani Thomafi: Kampanye Hitam Tak Akan Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Arwani Thomafi: Kampanye Hitam Tak Akan Bawa Manfaat bagi Masyarakat
tribunjateng/yayan isro roziki/ist
ARWANI THOMAFI di acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Wahdatut Thullab, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rembang, Jumat (27/11) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Anggota MPR RI yang berasal dari Rembang, Arwani Thomafi, meminta semua pihak mengedepankan akhlakul karimah, dalam semua tahapan Pilkada. Menurutnya, Pilkada adalah gerbang menuju pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat yang lebih baik, dalam lima tahun ke depan.

"Dalam Pilkada masyarakat bisa memilih pemimpin yang baik dan punya komitmen kerakyatan, secara demokratis. Oleh karena itu, jangan sampai kita terjebak dalam kampanye hitam, saling menebar teror dan kebencian," kata Arwani, dalam acara 'Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan' yang digelar di Pondok Pesantren Al-Wahdatut Thullab, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rembang, Jumat (27/11) malam.

Disampaikan, melalui Pilkada yang demokratis, bersih dan tak terjebak dalam pusaran kampanye hitam, berarti masyarakat telah merawat dan menjaga Pancasila. Menurutnya, Pilkada merupakan momentum untuk memperkuat kesatuan dan kesatuan, serta memupuk ukhuwah wathoniyah.

"Sejatinya, Pilkada adalah momentum memupuk ukhuwah wathoniyah. Itu bisa terjadi jika semua pihak berupaya untuk menggelar semua tahapan Pilkada secara jujur dan bersih," ucapnya, dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.

Ditandaskan Arwani, Pilkada yang curang dan penuh kampanye hitam tak akan membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Alih-alih, justeru akan membawa perpecahan dan permusuhan, dan tentunya itu sangat jauh dari nilai-nilai Pancasila.

"Oleh karena itu, berkompetisilah secara fair," pinta politisi dari PPP ini. Turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut KH. Ahfas Hamid Baidhowi (pengasuh Ponpes Al-Wahdah, Lasem), KH. Wafi Maemun Zubeir (pengasuh Ponpes Al-Anwar, Sarang), KH. Nawawi, dan pengurus NU serta pengasuh Ponpes yang ada di Lasem, Rembang. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved