VIDEO Mengenang Kedisiplinan Sutan Rambing Ajak Shalat dan Latihan Tinju
VIDEO Mengenang Kedisiplinan Sutan Rambing Ajak Salat dan Latihan Tinju
Penulis: m alfi mahsun | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Alfi Mahsun
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Putra Sutan Rambing, Sony Rambing, juga mengenang kedisiplinan sang ayah. Menurut Sony, yang pernah menjadi juara tinju ASIA/PABA kelas welter menyebut, ayahnya selalu mengajarkan ketegaran, kejujuran, dan kedisiplinan.
Sony merasakan bagaimana kerja keras bapaknya dalam membentuk karakternya hingga saat ini. "Waktu kecil didikan bapak, keras. Yang paling saya pegang sampai saat ini adalah kedisiplinan beliau. Contohnya saat saya dan anak-anak beliau masih kecil, beliau disiplin bangunkan kami pagi untuk salat dan latihan tinju," cerita Sony.
Sampai dengan hari meninggalnya Si Tangan Besi, Sony beserta keluarga masih merasakan aura semangat dalam diri Sutan Rambing. Sony pun tetap akan menjalankan sasana tinju yang ditinggalkan di rumah duka agar bisa menelurkan atlet-atlet tinju andal. "Sasana ini akan terus berlanjut dan akan kami bangkitkan kedepan. Semangat beliau yang hari ini telah dipanggil, akan tetap kami jalankan," ungkap Sony.
Senada, istri Sutan, Meyrines juga menyampaikan, suaminya selalu menanamkan tiga hal pada anak-anaknya, yaitu jujur, welas asih, dan tegas. "Itu yang selalu ditekankan Sutan Rambing kepada anaknya termasuk anak didiknya di dunia tinju," katanya.
Istri Sutan, Meyrines mengatakan, suaminya meninggal dunia karena sakit komplikasi, sejak beberapa waktu silam. "Satu bulan terakhir ini suaminya dirawat di rumah sakit karena sakit yang dideritanya," katanya.
Sebenarnya, lanjut dia, satu setengah bulan sebelum sakit stroke tersebut suaminya sempat mendapat tawaran untuk menjadi pelatih tinju di Jepang. Menurut dia, jika menjadi pelatih di Jepang, Sutan Rambing diizinkan untuk pulang ke Indonesia setiap tiga bulan sekali. "Tetapi anak-anaknya tidak mengizinkan karena usianya sudah tua," katanya.
Semasa menjadi pelatih Sutan Rambing telah melahirkan petinju, mulai dari juara dunia kelas bulu WBA Chris John, juara ASIA/PABA yaitu Sony Rambing (kelas welter), Roy Muklis (kelas bulu PABA), serta sederet petinju yang menjadi juara nasional, seperti Arthur Rambing, Ferdinand, dan lain sebagainya. (TRIBUNJATENG/MUH ALFI MAHSUN)