ICMI Jateng Kembali Jagokan Ilham Akbar Habibie

pada muktaman lima tahun lalu di Bogor Jawa Barat, Jawa Tengah juga mencalonkan Ilham Habibie dan tahun ini kembali untuknya.

Penulis: deni setiawan | Editor: rustam aji
kominfo.go.id
Ilham Akbar Habibie 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menjelang pelaksanaan Muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Lombok Raya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 11 hingga 13 Desember 2015 mendatang, ICMI Organisasi Wilayah Jawa Tengah mendeklarasikan diri apabila akan kembali menjagokan Ilham Akbar Habibie sebagai ketua presidium di organisasi intelektual Islam tersebut.

Hal itu disampaikan Fungsionaris ICMI Orwil Jawa Tengah, Gunoto Saparie, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Minggu (6/12/2015). Menurutnya, pada muktaman lima tahun lalu di Bogor Jawa Barat, Jawa Tengah juga mencalonkan Ilham Habibie dan tahun ini kembali untuknya.

"Kami melihat bukan karena Ilham adalah putra BJ Habibie sebagai pendiri ICMI. Tetapi atas dasar kemampuan, orientasi, dan wawasan intelektual yang diperlihatkan Ilham selama lima tahun terakhir ini, khususnya untuk organisasi," kata Gunoto kepada Tribun Jateng, Minggu (6/12/2015).

Dia menyadari, ada sejumlah nama kuat yang muncul sebagai calon ketua presidium, di antaranya Marwah Daud Ibrahim, Zulkifli Hasan, Yudi Krisnandi, maupun Siti Nurbaya Bakar. Tetapi menurutnya, seluruh nama tersebut dianggap tepat berstatus sebagai anggota, bukan ketua presidium.

"Kepemimpinan ICMI diusulkan tetap menggunakan sistem kolektif kolegial. Itu artinya perlu tetap menggunakan sistem presidium, dengan satu orang sebagai ketua dan bersifat tetap selama lima tahun ke depan. Itu pun sempat disampaikan BJ Habibie sebagai Ketua Dewan Kehormatan ICMI," jelasnya.

Berkait sistem itu, Gunoto menyampaikan apabila dalam 10 tahun terakhir sistem presidium dengan ketua bergantian dinilai kurang efektif dalam pergerakan organisasi. Karena itu, pihaknya berupaya mengusulkan agar menggunakan sistem paket yakni satu orang ketua dan empat atau enam orang sebagai anggota presidium.

"Kami juga berusaha usulkan untuk sistem pemilihan tidak lagi menggunakan mekanisme voting atau penggalangan suara. Lebih baik mengedepankan aspek musyawarah mufakat sesuai ajaran Islam. Prinsipnya, kami akan terus berupaya agar ICMI ke depan menjadi lebih baik khususnya di Jawa Tengah. Muktamar itu adalah momentumnya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved