APBD 2016, GOR Tri Lomba Juang Dianggarkan Rp 17 Miliar, Untuk Apa Saja?

APBD 2016, GOR Tri Lomba Juang Dianggarkan Rp 17 Miliar, Untuk Apa Saja?

APBD 2016, GOR Tri Lomba Juang Dianggarkan Rp 17 Miliar, Untuk Apa Saja?
tribunjateng/dok
APBD 2016, GOR Tri Lomba Juang Dianggarkan Rp 17 Miliar, Untuk Apa Saja? 

Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) melanjutkan pembangunan Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang (GOR TLJ). Pada APBD 2016, pihak DTKP digelontor Rp 17 miliar.

Kepala Dinas DTKP Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan anggaran Rp 17 miliar tersebut digunakan untuk penyelesaian gedung bulutangkis, sarana prasarana lapangan tenis termasuk kursi, mechanical electric, dan untuk lintasan jogging track.

“Pengadaan rumput sintetis ditunda karena pengadaan dari luar negeri. Prioritas saat ini penyelesaian pembangunan di dalam dulu,” ujarnya.

Penggunaan rumput sintetis, kata Agus, memudahkan perawatan, memiliki daya tahan lebih lama dibanding dengan rumput asli, dan apabila rusak bisa langsung diperbaiki atau diganti. “Bentuknya hampir mirip dengan rumput asli terbuat dari bahan halus sehingga bisa meminimalisasi risiko terluka saat pemain jatuh. Dari sisi estetik juga lebih menarik karena warna hijau rumput bisa diubah dan disesuaikan,” ujarnya.

Agus mengatakan kegiatan pembangunan GOR TLJ tahap tiga gagal dikerjakan pada 2015 lantaran gagal lelang yang sudah digelar dua kali. “Karena waktu sudah tidak memungkinkan akhirnya diselesaikan pada 2016 nanti. Sesuai jadwal rencana lelang di bulan Januari-Febuari 2016 dan saat ini sudah mulai tahap persiapan lelang. Target selesainya kegiatan pembangunan satu semester atau enam bulan,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Wahid Nurmiyanto mengatakan pihaknya meminta Pemkot Semarang mengubah system penganggaran bertahap menjadi penganggaran tahun jamak (multi years). “Pengerjaan bertahap-tahap seolah-olah Pemkot Semarang tidak memiliki perencanaan menyeluruh dan matang. Buktinya tahap ketiga GOR TLJ tidak bisa selesai 2015. Selesaikan tahap satu, kurang, ditambahi tahap dua, kurang lagi tahap tiga. Ini bukan persoalan uang, tapi persoalan tidak ada kesungguhan merencanakan secara terukur dan komprehensif,” ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved