Smart Election
Beredar SMS Berisi Ancaman di Pilwako Semarang
Menjelang pemungutan suara, teror yang berisi ancaman melalui pesan singkat Short Message Service (SMS) diterima sejumlah warga Kota Semarang.
Laporan Reporter Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Menjelang pemungutan suara, teror yang berisi ancaman melalui pesan singkat Short Message Service (SMS) diterima sejumlah warga Kota Semarang. SMS tersebut meminta untuk memilih pasangan calon tertentu, jika tidak diancam akan dibunuh.
Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 3, Joko Santoso mengatakan, pesan singkat tersebut diterima para warga, relawan, dan tim pemenangan, mulai Senin (7/12/2015) hingga Selasa (08/12/2015). Menurutnya, hal ini adalah bentuk teror terhadap pemilih.
“Sudah ada delapan nomor berbeda yang mengirim dengan isi sama,” kata Joko saat memberikan keterangan pers di Posko SiBagus Center, Jalan Veteran Kota Semarang, Selasa (08/12/2015).
Anggota Tim Kuasa Hukum SiBagus, Aris Septiono menambahkan, tim telah menindaklanjuti pesan singkat berisi ancaman tersebut ke pihak terkait. Antaralain ke Panwaslu dan Polrestabes Semarang.
“Dari tim telah menindaklanjuti atas ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu. SMS terror ini membuat masyarakat takut memilih. Maka agar kita tidak bertindak sendiri-sendiri, maka hukum harus ditegakan,” tegasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sms-ancaman_20151208_135311.jpg)