Buah Bibir

Krisseptiana Hendrar Prihadi Mengaku Lebih Tegang

Krisseptiana Hendrar Prihadi Mengaku Lebih Tegang

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
KRISSEPTIANA HENDRAR PRIHADI 

TRIBUNJATENG.COM - Ada pepatah di balik sukses suami berkat doa dari istri. Tampaknya pepatah itu berlaku bagi Hendi. Kesuksesannya dalam memenangi Pilwakot versi hitung cepat, ada Krisseptiana, istri Hendi, yang selalu berdoa.

"Alhamdulillah, doa saya diijabah oleh Allah. Saya...ah sampai ngga bisa berkata-kata," kata ibu tiga anak yang akrab dipanggil Tia.

Deras air mata Tia tak terbendung setelah ia memberi kecupan ke suami sebagai ungkapan selamat atas kesuksesannya. "Kalau melihat perjuangan suami sampai detik-detik terakhir bikin terharu," ujar Tia sembari terisak.

Tia mengatakan kampanye pilwakot kali ini membuatnya lebih tegang dan sabar dibanding ketika Hendi menjadi calon wakil walikota pada 2010.

"Kali ini saya kudu dawa ususe (sabar). Banyak black campaign yang ditujukan ke suami membuat saya harus lebih sabar. Namun seiring tambah usia jadi saya bisa menata hati dan pasti banyak doa, zikir, dan salat. Saya selalu di belakang Pak Hendi apapun kondisinya," ujarnya.

Beberapa kali, ia, suami, dan ketiga anaknya berkumpul di satu tempat tidur untuk mengumpulkan energi positif bagi suaminya.

"Anak-anak sudah besar tetep saya kumpulin jadi satu empet-empetan. Saya yakin ketika kumpul bersama akan menambah energi ke suami saya. Apalagi energi anak-anak lebih positif," kata Tia yang sudah 18 tahun membangun mahligai rumah tangga bersama Hendi.

Selain itu, memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada suami untuk menjalankan aktivitas positif di luar membuat suami akan lebih leluasa bekerja.

"Paling penting percaya sama suami. Apapun yang dikerjakan suami asal positif akan saya support. Di samping percaya, juga harus mendoakan. Karena timbulnya sebuah kepercayaan berawal dari doa," kata Tia.

Tia mengatakan ia dan suami merupakan pasangan yang tidak romantis. "Saya atau Mas Hendi bukan orang yang romantis. Waktu ulang tahun perkawinan kemarin ya cuma digelar sederhana, saling mengucapkan selamat dan berdoa," ujarnya.

Memiliki suami super sibuk, mengharuskan Tia pulang lebih dini ketimbang suami. Hal ini dilakukan agar ketiga anaknya merasa kesepian.

"Saya kalau pulang dari aktivitas harus sebelum magrib. Tugas saya untuk membuat anak-anak tidak merasa dicuekin karena kedua orang tuanya sibuk. Saya juga lebih banyak bicara ke anak-anak. Ini untuk menunjukkan bahwa kami masih peduli dengan mereka. Saya tekankan kepada anak-anak, kalau papanya bukan cuma milik keluarga, tapi juga milik masyarakat," ujarnya. (tribunjateng/galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved