Kisah Sedih Rombongan Pengantin Kecelakaan di Grobogan
Grizelda yang saat itu duduk di pangkuan kakeknya persis di samping sopir, tewas akibat terjepit bodi mobil.
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: Catur waskito Edy
GROBOGAN, TRIBUNJATENG.COM -- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Purwodadi - Solo tepatnya di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (11/12) siang. Dalam insiden nahas ini, seorang balita berumur empat tahun tewas di lokasi kejadian.
Korban tewas yakni Grizelda (40) saat itu berada di dalam mobil kijang bernopol AD 8420 RG. Mobil rombongan pengantin dari Wonogiri ini hendak menuju hajatan pernikahan di daerah Grobogan. Namun nahas, sesampai di lokasi kejadian, ban mobil bagian belakang kiri lepas.
Mobil lantas lepas kendali hingga berada di jalur berlawanan arah. Seketika itu, truk bernopol K 1835 EF yang sedang melaju kencang langsung menghantam mobil depan bagian kiri hingga ringsek. Grizelda yang saat itu duduk di pangkuan kakeknya persis di samping sopir, tewas akibat terjepit bodi mobil.
Lima penumpang lain yang berada di dalam mobil mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Yakkum Purwodadi untuk mendapatkan perawatan.
Sopir truk, Supriyanto, warga Toroh, Grobogan hanya menderita lecet. Supriyanto dibawa ke Mapolres Grobogan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Penumpang mobil Kijang, Narimo, menuturkan, rombongannya merupakan satu di antara iring-iringan pengantin. Ada tujuh mobil iring-iringan pengantin yang berjalan dari arah Solo menuju Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan.
"Untuk pengantin pria adalah rombongan iring-iringan paling depan. Mereka selamat. Sedangkan kami rombongan iring-iringan terakhir, " tutur Narimo, Paman Grizelda.
Narimo yang hanya mengalami luka ringan itu terus menerus menangisi kepergian keponakannya itu. Sebelum kejadian, Narimo tak merasakan kejanggalan apa-apa terkait kerusakan mobil hingga ban lepas.
"Saat itu saya duduk paling belakang. Ibunda Grizel dan adik Grizel berumur delapan bulan duduk di tengah. Sedangkan Grizel dipangku kakeknya duduk di depan di samping ayahnya yang mengemudikan mobil. Saat sampai di lokasi kejadian tiba-tiba mobil oleng dan tertabrak truk. Braaakkk," kata Narimo.
Menurut Narimo, Grizel langsung dimakamkan di kampung halamannya di Kaborongan, Pati Lor, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ayah, Ibunda, beserta Adik Grizel yang selamat langsung pulang ke Pati untuk mengikuti pemakaman.
"Rombongan kami memang dari Wonogiri, karena kakek Grizel adalah warga Wonogiri. Tapi bapak dan ibu Grizel adalah warga Kaborongan, Pati, " kata Narimo.
Kanit Laka Lantas Polres Grobogan, Ipda Sunarto, menjelaskan, kasus kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya. Meski demikian, Sunarto membenarkan jika sebelum kecelakaan, mobil kijang yang ditumpangi rombongan Grizel mengalami lepas ban.
"Kami masih menyelidiki kasus kecelakaan ini. Keluarga korban masih syok sehingga masih belum bisa dimintai keterangan. Untuk sopir mobil Kijang adalah ayah dari Grizel bernama Eko Rudiyanto," terang Sunarto.
Berdasarkan data Satlantas Polres Grobogan, satu orang yakni Kakek Grizel, Karino (54), warga Wonogiri harus dirawat intensif di Rumah Sakit Yakkum Purwodadi. "Karino mengalami luka serius sehingga harus opname," imbuh Sunarto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kecelakaan-maut-di-demak_20151211_175337.jpg)