Kisah Kakek 70 Tahun Sembuh dari Kanker gara-gara Terjun Payung

Kisah Kakek 70 Tahun Sembuh dari Kanker gara-gara Terjun Payung

Kisah Kakek 70 Tahun Sembuh dari Kanker gara-gara Terjun Payung
shanghaiist
Kisah Kakek 70 Tahun Sembuh dari Kanker gara-gara Terjun Payung 

Laporan Tribun Jateng, Vania Putri

TRIBUNJATENG.COM - Seorang lansia berusia 70 tahun penderita kanker perut ini rupanya tak ingin kehilangan semangat hidupnya. Bersama sang istri yang juga berusia lanjut 71 tahun, pasangan ini melakukan hal unik untuk merayakan ulang tahun perkawinan mereka ke 50 tahun.

Perayaan itu dilakukan dengan cara terjun payung bersama di Australia minggu lalu. Gu Quanping sudah tiga tahun didiagnosa menderita kanker perut dan rutin cek up di sebuah rumah sakit di Chongqing, 4/5 bagian perut Gu pun telah diangkat dan kemoterapi yang terus-menerus.

"Dokter tadinya sudah memvonis ayahku tak akan lama bertahan hidup," kata Gu Yi, putra Gu Quanping yang bekerja sebagai seorang fotografer di Australia dan Chongqing.

"Ibuku akhirnya memutuskan untuk berhenti melakukan kemoterapi dan membawanya keluar dari rumah sakit, mengajaknya menikmati hidup di sisa-sisa umurnya. Ibu tidak ingin ayah meninggal sia-sia di tempat tidur rumah sakit tanpa bisa menikmati hidup," lanjutnya.

Setelah keluar dari rumah sakit, kondisi Gu justru mulai membaik. Sayangnya beberapa hari kemudian pasangan suami istri ini mengalami kecelakaan mobil dan harus kembali dirawat. Akhirnya mereka pindah ke Australia dan tinggal bersama putranya.

"Ibu ingin membuat kenangan indah bersama ayah dengan melakukan terjun payung di hari ulang tahun pernikahan mereka ke 50, jika ini akan menjadi kenangan terakhir ayah, aku tidak akan melarangnya," kata Gu Yi.

Satu bulan berada di Australia, Gu terlihat lebih sehat dan sangat menikmati hidup. Gu juga sudah tidak menjalani pengobatan apapun selama tinggal di Melbourne.

"Terimakasih anakku. Kamu mengizinkanku memiliki pengalaman terbang di udara seperti burung. Aku tak pernah membayangkan akan menaiki pesawat dan keluar negeri. Ternyata dunia begitu luas dan besar ya, aku bisa melihat awan dari dekat dan itu sangat menyenangkan," kata Gu terharu karena selama hidupnya hanya di Chongqing dan tak pernah naik pesawat. Gu sendiri merasa kankernya mulai menghilang perlahan, ia tidak merasakan kesakitan seperti sebelumnya dan hidupnya kini jauh lebih bahagia. (tribunjateng/shanghaiist)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved