Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sambut Natal, Gereja Santo Petrus Grobogan Pentaskan Wayang Wahyu

Tim Kreatif Gereja Santo Petrus, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan menciptakan wayang berbahan dasar pelepah daun pisang.

Tayang:
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Putut Dwi Putranto
Romo Lukas Darsono menunjukkan wayang dari pelepah pisang yang digarapnya bersama tim kreatif gereja di gereja santo petrus, kecamatan gubug, grobogan, rabu (16/12/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Putut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Berbagai macam cara dilakukan umat nasrani menyambut datangnya Natal. Seperti halnya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tim Kreatif Gereja Santo Petrus, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan menciptakan wayang berbahan dasar pelepah daun pisang.

Belasan wayang setinggi lebih kurang satu meter lengkap dengan gunungan setinggi empat meter itu dinamai 'Wayang Wahyu'.

Ada yang menarik mensoal jatidiri tokoh pewayangan yang digarap secara apik ini. Tidak seperti tokoh pewayangan pada umumnya yang menampilkan Punokawan, Kurawa maupun Pandawa.

Khusus perayaan hari Natal nantinya, si pencipta wayang mendesain tokoh pewayangan dari beberapa tokoh yang melatarbelakangi kelahiran Yesus Kristus misalnya Bunda Maria, malaikat serta para gembala. Sedangkan wayang gunungan masih sama halnya dengan cerita wayang asli yang diibaratkan sebagai dunia.

"Jadi Wayang Wahyu ini menceritakan kelahiran Yesus Kristus. Sehingga tokoh yang dihadirkan tentunya yang berhubungan dengan kelahiran Yesus Kristus. Saya dan beberapa orang tim kreatif gereja membuat wayang ini secara bertahap," ungkap Pencetus Ide Wayang Wahyu, Romo Lukas Darsono kepada Tribun, Rabu (16/12/2015).

Menurut Lukas, wayang-wayang yang telah rampung dibuat ini nantinya akan dipentaskan pada malam Natal di halaman Gereja Santo Petrus Gubug. Lukas memilih wayang sebagai media untuk menggambarkan kelahiran Yesus Kristus dengan harapan agar penyampaiannya lebih mudah dicerna. Di sisi lain, sambung Lukas, keberadaan wayang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat.

"Wayang sudah membudaya dan mengakar kuat di masyarakat. Sehingga lewat wayang, penonton dapat mudah memahami penggambaran kelahiran Yesus Kristus," ujar Lukas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved