Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Destinasi Purbalingga

Tempat Berlibur Komplit? Sanggaluri Park Tempatnya. Wahana Bermain sampai Museum, Ada

Sanggaluri Park tepat menjadi destinasi berlibur keluarga. Tak hanya wahana permainan, tempat ini dilengkapi museum dan sarana edukasi.

Tayang:
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: rika irawati
tribun jateng/fajar eko nugroho
Istana balon merupakan satu di antara beberapa fasilitas permainan untuk anak-anak di Sanggaluri Park. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM - Belum punya destinasi berlibur bersama keluarga di akhir tahun? Sanggaluri Park di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bisa menjadi pilihan. Tak hanya wahana permainan, tempat ini juga dilengkapi museum dan taman edukasi yang komplit.

Nama Sanggaluri berasal dari kata Sanggar yang berarti tempat atau taman, Luru yang bermakna mencari serta Ilmu atau pengetahuan. Sesuai namanya, Sanggaluri dimaksudkan menjadi tempat wisatawan mendapat ilmu sekaligus hiburan.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan outbond yang menjadi satu fasilitas di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/sanggaluri-park' title='Sanggaluri Park'>Sanggaluri Park</a>.
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan outbond yang menjadi satu fasilitas di Sanggaluri Park. (tribun jateng/fajar eko nugroho)

Tak heran, di lahan seluas sekitar 3,5 hektar tersebut, berbagai wahana tersedia. Ada taman burung dan reptil, museum uang, juga taman buah.

Memasuki tempat wisata yang ada di Jalan Raya Kutasari-Tobo, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Anda akan langsung disuguhi koleksi serangga.

Tersimpan beragam kupu-kupu warna-warni dalam beberapa lemari kaca. Kupu-kupu yang telah diawetkan tersebut ditata secara rapi. Bahkan, ada yang diletakkan di atas peta Indonesia. "Itu menunjukkan sebaran atau daerah asal kupu-kupu tersebut," ungkap Wisnu Harbo Danardono, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Owabong selaku pengelola.

Ada pula koleksi reptil, di antaranya ular, buaya dan kadal. Anda tak hanya berkesempatan menyaksikan dari balik kandanga tetapi juga foto gratis. Tak perlu khawatir, ada pawang dan petugas yang mendampingi untuk memastikan keamanan.

Di taman reptil ini juga terdapat kura-kura. Satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kura-kura mirip aligator, yakni Alligator snapping turtle. Kura-kura ini memiliki kepala mirip buaya dan cangkang tajam.

Labirin tanaman menjadi satu daya tarik di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/sanggaluri-park' title='Sanggaluri Park'>Sanggaluri Park</a>.
Labirin tanaman menjadi satu daya tarik di Sanggaluri Park. (tribun jateng/fajar eko nugroho)

Semakin masuk ke dalam tempat wisata ini, Anda akan menemukan hamparan taman hijau berlatar Gunung Slamet. Ada taman buah juga labirin dari tanaman teh-tehan.

Tak jauh dari taman tersebut, terdapat bangunan modern yang merupakan museum. Ada tiga museum di taman ini, yakni Museum Uang, Museum Wayang dan Artefak, serta Rumah Prestasi dan Peraga Iptek.

Seperti namanya, di Museum Uang tersimpan koleksi uang, baik logam maupun uang kertas. Paling banyak, koleksi uang Republik Indonesia dari masa ke masa. Mulai penjajahan Belanda, Jepang sampai uang terbaru yang kini digunakan sebagai alat tukar. Uang-uang tersebut ditempatkan di lemari kaca yang dilengkapi informasi penggunaannya.

"Kami juga menyimpan koleksi uang dari negara-negara tetangga dan dibelahan benua eropa," jelas Wisnu.

Pengunjung melihat koleksi uang kuno di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/museum' title='Museum'>Museum</a> Uang di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/sanggaluri-park' title='Sanggaluri Park'>Sanggaluri Park</a>.
Pengunjung melihat koleksi uang kuno di Museum Uang di Sanggaluri Park. (tribun jateng/fajar eko nugroho)

Di sebelah Museum Uang, terdapat Rumah Prestasi dan Peraga Iptek. Di ruangan ini, pengunjung dapat memainkan alat peraga ilmiah. Beberapa petugas siap membantu dan menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan alat-alat peraga yang ada.

Bangunan terakhir merupakan Museum Wayang dan Artefak. Di depan pintu ada patung tokoh Punakawan yang menyapa semua pengunjung yang memasuki museum tersebut.

Di museum ini, Anda bisa menjumpai beragam wayang dari berbagai daerah. Ada wayang kulit serta wayang golek. Yang paling mencolok, koleksi wayang yang siap dimainkan dan disandingkan dengan seperangkat gamelan yang juga siap ditabuh untuk mengiringi.

Puas menimba ilmu, Anda bisa menjajal wahana permainan. Bagi anak-anak, terdapat Taman Lalu-lintas. Setiap anak bisa mengendarai mobil-mobilan melintasi jalan raya khusus yang dilengkapi rambu-rambu. Ada pula Stasiun Kutosari yang menyediakan minitrain atau kereta mini yang siap mengantar berkeliling.

Istana balon juga bakal memanjakan anak-anak. Tersedia pula wahana trampolin raksasa, flying fox, terapi ikan dan jet coaster. Rumah gempa yang menawarkan sensasi gempa hingga 9,5 SR dan studio TV yang memungkinkan Anda menjadi seorang presenter atau reporter juga wajib dicoba.

Ruang Iptek melengkapi fungsi <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/sanggaluri-park' title='Sanggaluri Park'>Sanggaluri Park</a> sebagai tempat menimbal ilmu pengetahuan.
Ruang Iptek melengkapi fungsi Sanggaluri Park sebagai tempat menimbal ilmu pengetahuan. (tribun jateng/fajar eko nugroho)

Tiket masuk Sanggaluri Park dipatok Rp 10 ribu per orang di hari kerja (Senin-Jumat) dan Rp 15 ribu per orang di hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Harga tiket ini juga berlaku untuk anak-anak berumur lebih dari tiga tahun.

Namun, Anda harus menyediakan kocek tambahan lantaran beberapa wahana permainan memungut uang tiket tambahan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved