Breaking News:

Pilwakot Semarang

Hendi Tancap Gas Penuhi Janji Kampanye Usai Ditetapkan KPU sebagai Wali Kota Terpilih

paslon nomor urut dua, Hendi-Ita (Hebat) ditetapkan menjadi Walikota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih dalam Pilwakot Semarang 2015.

Penulis: galih permadi | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
Hendi dan Ita kunjungi Kantor Redaksi Tribun Jateng, Kamis 10 Desember 2015 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketukan palu dari Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono terdengar di ruangan Lokakrida Gedung Moch Ichsan Balai Kota Semarang, Selasa (22/12/2015) sore.

Ini menandakan paslon nomor urut dua, Hendi-Ita (Hebat) ditetapkan menjadi Walikota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih dalam Pilwakot Semarang 2015.

"Menyatakan bahwa pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih adalah pasangan nomor urut dua, nama Hendrar Prihadi alias Hendi sebagai walikota dan Hevearita Gunaryanti Rahayu sebagai wakil walikota. Dengan perolehan suara 320.237 atau persentase 46,36 persen. Demikian kita tetapkan di Semarang, 22 Desember 2015," kata Henry dalam memimpin rapat pleno penetapan walikota dan wakil wali kota Semarang terpilih. Riuh tepuk tangan tamu rapat pleno pun menggema.

Henry dalam sambutannya sempat keseleo lidah dengan menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi KPK. "Proses Pilwakot Kota Semarang telah dilalui dengan baik. Kabar gembira, 3x24 jam semenjak menetapkan perolehan suara rekapitulasi pada 16 Desember lalu, tidak ada satupun yang muncul di pintu masuk gedung KPK berasal dari kota Semarang. Oh Maaf MK, saking semangatnya," kata Henry sembari tersenyum.

Surat dari MK, kata Henry, diterima pada 20 Desember 2015. Dalam lampiran surat tersebut Kota Semarang tidak masuk dalam kota yang bersengketa dalam pilkada.

"Muncul surat cinta dari MK pada 20 Desember menyebutkan bahwa Kota Semarang tidak tersebut dalam lampiran artinya adalah pihak yang tidak bersengketa di MK. Dari 130 kab/kota yang bersengketa, Kota Semarang tidak ada dan secara otomatis akuntabilitas Pilwakot Semarang tidak ada yang mempersoalkan dan sudah sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Henry mengatakan pengajuan ke MK selisih suara harus paling banyak 0,5 persen. “Gugatan ke-MK bisa dilakukan jika selisih suara terpaut maksimal 0,5 persen atau sekitar 1.600 suara. Tetapi yang terjadi di Kota Semarang, selisih suara mencapai 100 ribu suara sehingga tidak ada peluang gugatan dari sisi Undang-Undang untuk mempersoalkan di MK,” ujarnya.

Dari tiga paslon yang diundang, paslon Soemarmo-Zuber dan Sigit-Agus tidak hadir. “Kami sudah mengundang ketiga Paslon untuk hadir dalam Rapat Pleno ini, namun yang hadir hanya paslon nomor urut dua,” kata Henry.

Henry mengatakan tidak bisa memastikan agenda pelantikan lantaran sudah menjadi domain Kemendagri.

"KPU segera menyerahkan hasil penetapan ke DPRD paling lambat besok (hari ini). Kemudian diteruskan ke Kemendagri melalui Gubernur. Kalau rencana Maret-April, tapi ada usulan dilangsungkan serentak pada Juni 2016," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved