Breaking News:

Sanksi PNS Pelanggar Pilkada Diserahkan Ke Bupati‬

Tinggal atasannya yang menentukan sanksi, yaitu Bupati yang menentukan tingkat pelanggarannya. Apakah dinilai sebagai pelanggaran ringan, sedang atau

Penulis: m nur huda | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/putut dwi putranto
Ilustrasi Pilkada 

Laporan Reporter Tribun Jateng, M Nur Huda

‪TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng menyerahkan pemberian sanksi terhadap PNS yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri karena tidak netral pada pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember lalu, ke pimpinan masing-masing yakni Bupati di wilayah kerjanya.‬

‪“Tinggal atasannya yang menentukan sanksi, yaitu Bupati yang menentukan tingkat pelanggarannya. Apakah dinilai sebagai pelanggaran ringan, sedang atau berat,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Indriani, Jumat (01/01/2015).‬

‪Dalam menentukan sanksi disiplin, lanjutnya, didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 12. Pertimbangannya adalah melalui berkas berita acara pemeriksaan dan pengakuan dari PNS yang bersangkutan.‬

‪Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pasal 87 Ayat 2 disebutkan PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan jika dipindana penjara minimal dua tahun. Namun pada pasal 3, disebutkan PNS bisa diberhentikan jika dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin tingkat berat.‬

‪Adapun para pegawai pemerintah tersebut antaralain seorang Camat di Kabupaten Sragen divonis sebulan kurungan dan denda Rp 1,5 juta subsider sebulan kurungan oleh PN Sragen.

Sementara PN Boyolali memvonis tiga terdakwa, dua PNS (camat dan penilik sekolah) dan seorang kepala desa (nonPNS), dengan hukuman sebulan kurungan dengan masa percobaan tiga bulan dan denda Rp 5 juta subsider sebulan kurungan.‬

‪Sementara satu PNS di Pemalang juga dikenai hukuman percobaan. Mereka terbukti bersalah melanggar Pasal 71 jo Pasal 188 tentang UU Pilkada jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.‬(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved